16 March 2026

Get In Touch

Rayakan 157 Tahun Jembatan Lama Kota Kediri, Mbak Wali Ajak Rawat dan Jaga Warisan Sejarah

 Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati hadir dalam Perayaan Hari Jadi ke-157 Jembatan Lama Kota Kediri bersama penggiat budaya Kota Kediri, Sabtu (14/3/2026) malam.
 Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati hadir dalam Perayaan Hari Jadi ke-157 Jembatan Lama Kota Kediri bersama penggiat budaya Kota Kediri, Sabtu (14/3/2026) malam.

KEDIRI (Lentera) - Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati turut hadir dalam Perayaan Hari Jadi ke-157 Jembatan Lama Kota Kediri yang berlangsung khidmat sekaligus penuh makna, bersama jajaran serta para penggiat budaya Kota Kediri, Sabtu (14/3/2026) malam. 

 Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Kediri yang biasa disapa Mbak Wali menuturkan, bahwa Jembatan Lama bukan sekadar penghubung dua wilayah di Kota Kediri, tetapi juga menjadi saksi perjalanan sejarah dan kehidupan masyarakat dari masa ke masa.

"Serta perkembangan budaya di Kota Kediri, momentum ini hendaknya tidak hanya untuk mengenang sejarah tetapi juga untuk merawat dan menjaga warisan yang telah menjadi identitas kita,” ujarnya dalam keterangan dikutip, Minggu (15/3/2026).

Mbak Wali menambahkan Jembatan Lama Kediri saat ini telah memiliki hak kekayaan intelektual, serta ditetapkan sebagai cagar budaya nasional sehingga keberadaannya harus terus dijaga dan dilestarikan bersama.

Peringatan hari jadi jembatan ini diinisiasi oleh sejumlah pemerhati budaya dan sejarah, yang mengatasnamakan komunitas Juru Wotan. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh peneliti sejarah Jembatan Lama Kediri sekaligus pemerhati cagar budaya, Imam Mubarok.

Menurut Juru Wotan yang akrab dipanggil Gus Barok, Jembatan Lama Kediri atau Brug Over den Brantas te Kediri berusia 157 tahun pada 18 Maret 2026 sejak pertama kali dioperasikan pada 18 Maret 1869 sebagai bagian dari jalur Groote Postweg (jalan raya) pada masa pemerintahan kolonial Belanda.

"Peringatan ulang tahun jembatan tahun ini dimajukan menjadi 14 Maret karena tanggal 18 Maret berdekatan dengan perayaan Idulfitri, sehingga dikhawatirkan masyarakat telah memasuki masa persiapan hari raya," jelas pria yang biasa disapa Gus Barok ini.

Secara historis, jembatan ini dikenal sebagai salah satu karya teknik penting pada abad ke-19. Struktur jembatan menggunakan konstruksi besi yang ditopang oleh tiang sekrup yang ditanam di dasar Sungai Brantas.

“Jembatan di atas Sungai Brantas di Kediri ini merupakan jembatan besi pertama di Jawa, bahkan di dunia, pada masa itu dianggap sebagai adikarya teknik oleh insinyurnya, yaitu Sytze Westerbaan Muurling,” kata Gus Barok.

Ia menambahkan, usia jembatan tersebut bahkan lebih tua dibandingkan Jembatan Brooklyn, penghubung Manhattan dengan Brooklyn di New York City yang melintasi Sungai East di Amerika Serikat yang selesai dibangun pada 1883.

Status jembatan ini sebagai cagar budaya peringkat nasional ditetapkan pada tahun 2022 melalui keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim bersama 14 objek cagar budaya lainnya di Indonesia. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Mendikbudristek Nomor 58/M/2022, 59/M/2022, 60/M/2022, 61/M/2022, dan 145/M/2022.

Jembatan yang berada di Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto tersebut memiliki panjang sekitar 160 meter, lebar 5,80 meter, dan tinggi sekitar 7,50 meter dari permukaan air Sungai Brantas. Jembatan ini ditetapkan sebagai cagar budaya berdasarkan rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 12 Maret 2019. 

Selain selamatan ulang tahun ke-157, peringatan ini juga dirangkaikan dengan penampilan kesenian jaranan, pengajian di kantor Disbudparpora dan peluncuran tenun ikat Bandar bermotif Jembatan Lama karya perajin tenun ikat asal Bandar Kidul, Slamet Sugiyanto dari Palugada.

Motif tersebut diharapkan dapat menjadi simbol pelestarian warisan sejarah sekaligus memperkuat identitas budaya Kota Kediri melalui karya tenun ikat khas Kota Kediri.

Hadir pula dalam acara itu, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, Kepala OPD Pemerintah Kota Kediri, segenap insan kebudayaan, pariwisata, kepemudaan dan olahraga Kota Kediri, serta tamu undangan.

 

 

Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.