16 March 2026

Get In Touch

Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah Luncurkan Lima Program Strategis 2026

Foto bersama di sela peluncuran lima program unggulan strategis tahun 2026 dalam sebuah acara yang digelar pada Jumat (13/3/2026).
Foto bersama di sela peluncuran lima program unggulan strategis tahun 2026 dalam sebuah acara yang digelar pada Jumat (13/3/2026).

JAKARTA (Lentera) — Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi meluncurkan lima program unggulan strategis tahun 2026 dalam sebuah acara yang digelar pada Jumat (13/3/2026), bertepatan dengan 24 Ramadan 1447 Hijriyah. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen Muhammadiyah terhadap isu pelestarian lingkungan hidup di tingkat nasional.

Peluncuran program tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan, di antaranya Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi lingkungan hidup Buya Anwar Abbas, Staf Khusus Menteri Lingkungan Hidup Bidang Kerja Sama Antar Lembaga Pusat dan Daerah Dr. Hanifah Dwi Nirwana, Deputi Bidang PSLB3 Dra. Melda Mardalina, M.Sc, Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah M. Azrul Tanjung, Komisioner BPKH RI Harry Alexander, serta Koordinator Lestari Project Arry Azhar.

Dalam kesempatan tersebut, Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah meluncurkan lima program unggulan, yakni Muhammadiyah Green Movement 2026 yang bekerja sama dengan Lazismu PP Muhammadiyah, Program Edu Forest hasil kolaborasi dengan Lestari Project, Program Pengelolaan Sampah bersama Kementerian Lingkungan Hidup RI, Program Green Hajj untuk edukasi pengelolaan sampah bekerja sama dengan BPKH, serta platform digital Muhammadiyah Green Ecosystem (GreenMU.apps) yang dikembangkan bersama PT XYZ. Dalam Agenda ini juga dilaksanakan Penandatanganan Kerjasama antara Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah dengan Kementrian Lingkungan Hidup RI tentang program Pengelolaan Sampah.

Ketua PP Muhammadiyah Buya Anwar Abbas dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap langkah progresif yang dilakukan Majelis Lingkungan Hidup. “Kegiatan Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah itu bermanfaat untuk bangsa dan persyarikatan, termasuk yang dilaunching pada hari ini. Ini adalah bagian dari kontribusi nyata Muhammadiyah dalam menjaga kelestarian alam dan menjawab tantangan krisis lingkungan yang kita hadapi bersama,” ujarnya.

“Islam mengajarkan kita untuk tidak merusak bumi. Oleh karena itu, gerakan lingkungan seperti ini harus terus diperkuat sebagai bagian dari dakwah dan tajdid Muhammadiyah,” katanya.

Sementara itu, Dr. Hanifah Dwi Nirwana menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi persoalan lingkungan. Ia menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah menjadi kunci dalam mempercepat solusi pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Kami melihat bahwa apa yang dilakukan Muhammadiyah melalui Majelis Lingkungan Hidup merupakan contoh nyata bagaimana organisasi masyarakat dapat mengambil peran strategis dalam mendukung agenda pembangunan lingkungan nasional,” ujarnya.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting terutama masalah pengelolaan sampah, karena persoalan lingkungan hidup tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama yang kuat antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah,” katanya.

Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, M. Azrul Tanjung, menegaskan bahwa peluncuran program ini merupakan langkah strategis Muhammadiyah dalam menjawab tantangan krisis lingkungan yang semakin kompleks. Ia menyampaikan bahwa gerakan lingkungan tidak cukup hanya bersifat seremonial, tetapi harus terstruktur, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh elemen umat.

“Program-program yang kami launching hari ini adalah bagian dari ikhtiar besar Muhammadiyah untuk menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, konservasi hutan, dan penguatan kesadaran ekologis umat. Ini bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama menuju peradaban yang berkemajuan dan berkelanjutan,” ujarnya.

Azrul juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menguatkan dampak program. Menurutnya, sinergi dengan pemerintah, lembaga keuangan, komunitas, dan mitra strategis menjadi kunci keberhasilan implementasi di lapangan.

“Kami percaya bahwa kolaborasi adalah kunci. Oleh karena itu, Majelis Lingkungan Hidup membuka ruang seluas-luasnya bagi semua pihak untuk bersama-sama membangun ekosistem gerakan lingkungan yang inklusif dan berdampak luas,” katanya.

Ia berharap, melalui inisiatif seperti Muhammadiyah Green Movement, Edu Forest, Green Hajj, Program Pengelolaan Sampah hingga platform digital GreenMU, Muhammadiyah dapat menjadi motor penggerak perubahan perilaku masyarakat menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Koordinator Lestari Project, Arry Azhar, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah merupakan langkah strategis dalam memperkuat gerakan edukasi lingkungan berbasis kawasan. Ia menuturkan bahwa sinergi ini telah diawali melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Edu Forest yang menjadi fondasi pengembangan program ke depan.

“Kami melihat Muhammadiyah memiliki kekuatan jaringan yang sangat besar hingga ke akar rumput. Melalui FGD Edu Forest yang telah kami lakukan bersama, kami semakin optimistis bahwa program ini dapat diimplementasikan secara nyata sebagai ruang pembelajaran ekologis bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Arry menegaskan bahwa konsep Edu Forest tidak hanya berfokus pada konservasi hutan, tetapi juga sebagai sarana edukasi, pemberdayaan ekonomi, serta pembentukan kesadaran lingkungan yang berkelanjutan.
“Edu Forest ini bukan sekadar menjaga hutan, tetapi bagaimana menjadikan hutan sebagai pusat edukasi, pusat pemberdayaan, dan ruang pembelajaran hidup tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam,” katanya.

Hal senada disampaikan Komisioner BPKH RI, Harry Alexander. Ia menegaskan bahwa BPKH memiliki komitmen yang sejalan dengan Majelis Lingkungan Hidup dalam mewujudkan pelaksanaan ibadah haji yang ramah lingkungan. “Kegiatan BPKH selalu bersinergi dengan Majelis Lingkungan Hidup karena memang sama-sama punya komitmen mewujudkan pelaksanaan haji sesuai dengan prinsip Green Hajj,” katanya.

“Kami di BPKH melihat bahwa apa yang dilakukan oleh Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah ini sangat relevan dengan semangat kami dalam mengembangkan ekosistem haji yang berkelanjutan. Kegiatan BPKH selalu bersinergi dengan Majelis Lingkungan Hidup karena memang sama-sama memiliki komitmen untuk mewujudkan pelaksanaan haji sesuai dengan prinsip Green Hajj,” ujarnya.

Harry menekankan bahwa isu pengelolaan sampah, khususnya dalam konteks ibadah haji, menjadi perhatian penting mengingat besarnya jumlah jemaah setiap tahun. Oleh karena itu, edukasi dan perubahan perilaku menjadi kunci utama dalam mengurangi dampak lingkungan.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap edukasi terkait pengelolaan sampah dapat dimulai sejak di tanah air, sehingga para calon jemaah haji memiliki kesadaran dan tanggung jawab lingkungan ketika melaksanakan ibadah di Tanah Suci,” katanya.

Kegiatan launching ini juga menjadi puncak dari rangkaian program Green Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan oleh Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah. Dalam rangkaian tersebut, telah dilaksanakan berbagai kegiatan seperti Tadarus Green Ramadhan dalam bentuk webinar yang mengangkat tema hutan wakaf dan Green Hajj, serta Focus Group Discussion (FGD) yang digagas bersama Lestari Project.

“Green Ramadhan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan ikhtiar untuk menghadirkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah. Melalui webinar, tadarus tematik, hingga FGD, kami ingin menanamkan nilai bahwa Islam mengajarkan tanggung jawab ekologis,” ujar Djihadul Mubarok, Selaku Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup PP Muh.

“Launching program hari ini adalah penegasan bahwa apa yang kita diskusikan selama Ramadhan tidak berhenti pada wacana, tetapi dilanjutkan dengan langkah konkret. Ini adalah transformasi dari kesadaran menuju gerakan yang terstruktur dan berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui peluncuran program-program ini, Muhammadiyah diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pelopor gerakan lingkungan berbasis nilai keislaman, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan krisis lingkungan di Indonesia. (*)

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.