SURABAYA (Lentera) - Sebuah unggahan video singkat yang menampilkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menanggapi rumor yang menyebut dia telah tewas atau terluka parah yang sebelumnya sempat disiarkan oleh media pemerintah Iran dan menyebar luas di jagat maya sejak serangan balasan dilancarkan.
Video yang diunggah di akun Telegram resminya pada hari Minggu (15/03/2026) menunjukkan Netanyahu sedang menikmati secangkir kopi dan berbincang santai dengan asistennya. Lokasi pengambilan gambar disebut di sebuah kafe yang terletak di pinggiran kota Yerusalem di tengah kondisi keamanan yang masih mencekam.
Sang ajudan melontarkan pertanyaan langsung mengenai rumor kematian yang beredar luas di media sosial Iran. Benjamin Netanyahu kemudian menanggapi pertanyaan tersebut dengan menggunakan permainan kata dalam bahasa Ibrani yang bermakna ganda, merujuk pada istilah "mati" yang juga bisa berarti "sangat menyukai" sesuatu dalam bahasa gaul setempat, melansir cnbcindonesia, Senin (16/3/2026).
"Saya sangat menyukai kopi. Anda tahu apa? Saya sangat mencintai rakyat saya," ujar Netanyahu kepada asistennya sembari meraih secangkir kopi di hadapannya.
Terkait dengan kemunculan video tersebut, Reuters, telah melakukan verifikasi terhadap lokasi video tersebut menggunakan arsip citra kafe yang sesuai dengan interior yang terlihat dalam rekaman. Tanggal pengambilan video juga telah diverifikasi melalui berbagai unggahan foto dan video kunjungan Netanyahu yang dibagikan oleh pihak pengelola kafe pada hari yang sama.
Kabar mengenai kondisi kesehatan Netanyahu menjadi sorotan tajam lantaran akses media yang sangat terbatas sejak Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan ke Iran pada 28 Februari lalu. Meski Netanyahu tercatat telah mengunjungi setidaknya dua kota yang terkena rudal Iran, rumah sakit, pelabuhan, hingga pangkalan militer, seluruh dokumentasi hanya didistribusikan secara sepihak oleh kantor perdana menteri.
Sosok Netanyahu memang dikenal sangat jarang memberikan wawancara kepada pers Israel ketegangan meningkat. Konferensi pers pertamanya sejak awal perang melalui tautan video pada hari Kamis lalu, menggunakan format serupa yang pernah ia terapkan saat perang 12 hari Israel dengan Iran pada Juni tahun sebelumnya.
Situasi di Israel sendiri saat ini masih dalam status pembatasan keselamatan darurat yang melarang adanya pertemuan publik di seluruh negeri. Aturan ketat ini memaksa sebagian besar warga untuk tetap tinggal di dalam rumah atau berada dekat dengan ruang perlindungan dan bunker, sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah masih dihentikan. (*)
Editor : Lutfiyu Handi





