MALANG (Lentera) - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tugu Tirta Kota Malang melakukan penyesuaian tekanan air (water pressure) selama periode libur Lebaran 2026. Kebijakan ini dilakukan berbasis peta konsumsi pelanggan, menyusul menurunnya penggunaan air di sejumlah wilayah yang ditinggalkan pemudik dan mahasiswa.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, menjelaskan wilayah tersebut umumnya berada di kawasan pusat kota yang didominasi hunian kos mahasiswa dan kawasan permukiman yang banyak ditinggal penghuninya untuk mudik.
"Yang pasti kami sudah memetakan mana saja titik yang penduduknya ini mudik, atau di daerah yang menjadi kos bagi mahasiswa. Biasanya ada di pusat kota. Itu pasti ada yang kosong, maka kami kurangi tekanannya," ujar Priyo, dikutip pada Kamis (19/3/2026).
Disebutkannya, tekanan air yang dalam kondisi normal berada di kisaran 1 hingga 1,5 bar, diturunkan pada wilayah-wilayah dengan tingkat konsumsi rendah selama libur Lebaran. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penyesuaian distribusi air agar lebih efektif dan efisien.
Meski demikian, Priyo menegaskan penyesuaian tekanan air tersebut tidak berdampak pada kualitas maupun ketersediaan layanan bagi masyarakat. Pihaknya memastikan pelayanan tetap berjalan normal sesuai kebutuhan pelanggan.
"Karena kami sudah ada petanya. Di tempat-tempat mana saja, wilayah mana saja. Kami juga bisa berefisiensi, bisa menghemat biaya," tegasnya.
Menurut Priyo, menjaga tekanan air tetap tinggi di wilayah yang konsumsi airnya menurun justru tidak efektif. Selain berpotensi menimbulkan pemborosan operasional, kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko kerusakan jaringan distribusi air.
"Karena tidak efektif ketika tekanannya kencang tetapi tidak ada penggunaan di situ. Kalau tetap, biasanya bisa berisiko pipa cepat pecah atau bocor," jelasnya.
Lebih lanjut, Priyo mengakui selama periode libur Lebaran, tingkat konsumsi air bersih di Kota Malang memang cenderung mengalami penurunan signifikan. Hal ini seiring dengan berkurangnya aktivitas masyarakat akibat mudik dan libur panjang.
Namun demikian, kondisi tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara. Pihaknya telah mengantisipasi lonjakan kembali kebutuhan air seiring berakhirnya masa libur Lebaran.
"Ketika mahasiswa sudah kembali ke kos-kosannya, kemudian pemudik sudah kembali lagi ke Kota Malang, kemudian aktivitas perkantoran juga sudah kembali normal, itu pemakaian juga akan kembali normal, bahkan meningkat," paparnya. (*)
Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi





