SURABAYA (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas sistem pengawasan kota dengan menggandeng kalangan pengusaha untuk menambah jaringan kamera pengawas (CCTV) di berbagai ruas jalan protokol. Langkah ini dilakukan untuk menutup titik-titik rawan yang belum terpantau sekaligus memperkuat sistem keamanan terpadu di Surabaya.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Surabaya, M. Fikser, mengatakan program ini merupakan bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah kota dengan dunia usaha yang memiliki kantor maupun tempat usaha di sepanjang jalan utama.
Ia menjelaskan, kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Wali Kota Eri Cahyadi dalam memperkuat sistem keamanan kota berbasis teknologi. Pemkot mengajak para pelaku usaha untuk ikut berperan melalui pemasangan CCTV di area sekitar kantor atau tempat usaha masing-masing.
“Pembangunan sistem keamanan kota tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Karena itu, kami mengajak pengusaha untuk ikut berpartisipasi memasang kamera pengawas di lingkungan usahanya,” kata Fikser dikutip Kamis (19/3/2026).
Menurutnya, jaringan CCTV yang terpasang nantinya akan terintegrasi secara digital dengan sistem pengawasan kota. Pemkot Surabaya juga telah melakukan pemetaan titik-titik yang sudah terpasang kamera serta mengidentifikasi sejumlah blank spot atau area yang belum terjangkau pengawasan.
Fikser menyebut respons dari kalangan pengusaha cukup positif. Sejumlah pemilik usaha bahkan langsung menyatakan kesediaannya membantu memperluas jaringan pengawasan kota, terutama di kawasan jalan protokol dan pusat aktivitas ekonomi.
Seluruh sistem pemantauan tersebut akan terhubung dengan Command Center yang berada di Gedung Siola dan dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya.
Selain integrasi CCTV milik pemerintah dan swasta, Pemkot Surabaya juga menyiapkan pos pemantauan terpadu di sejumlah kawasan.
Dengan langkah ini, pemerintah kota menargetkan sistem pengawasan menjadi lebih luas, responsif, dan efektif dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.
“Dengan integrasi CCTV pemerintah dan sektor swasta, pengawasan kota akan semakin kuat dan mampu menjangkau lebih banyak wilayah,” pungkasnya. (*)
Reporter: Amanah
Editor : Lutfiyu Handi





