SURABAYA (Lentera)– Perayaan Lebaran selalu identik dengan beragam hidangan khas semisal rendang, opor ayam, ketupat, hingga aneka kue kering. Namun di balik kelezatan tersebut, sebagian besar makanan Lebaran mengandung kalori, lemak, gula, dan santan dalam jumlah tinggi yang berpotensi memicu gangguan kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.
Dosen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair), Lailatul Muniroh, mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga pola makan seimbang selama momen Lebaran. Menurutnya, masyarakat tetap boleh menikmati hidangan khas Lebaran, tetapi harus memperhatikan porsi dan frekuensi konsumsi.
“Lebaran bukan berarti harus membatasi diri secara berlebihan, tetapi yang penting adalah bagaimana kita mengatur porsi makan agar tetap seimbang dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan,” kata Lailatul, Kamis (19/3/2026).
Lailatul menjelaskan, pola makan saat Lebaran tetap sebaiknya mengikuti prinsip gizi seimbang atau konsep “isi piringku”. Dalam satu kali makan, masyarakat dianjurkan tetap memperhatikan keseimbangan antara karbohidrat, protein, sayur, buah, dan kecukupan cairan.
Sumber karbohidrat dapat berasal dari ketupat atau nasi, sementara protein bisa diperoleh dari ayam, daging, atau telur. Namun yang sering terlupakan saat Lebaran adalah konsumsi sayur dan buah.
“Banyak orang terlalu fokus pada makanan bersantan dan kue manis, padahal sayur dan buah sangat penting untuk menjaga pencernaan, memenuhi kebutuhan serat, serta membantu tubuh tetap bugar,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak langsung mengonsumsi kue kering sebelum makan utama. Hal tersebut dapat menyebabkan asupan kalori berlebih tanpa memberikan rasa kenyang yang cukup.
Lailatul menambahkan, konsumsi makanan Lebaran secara berlebihan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari kenaikan berat badan, kolesterol meningkat, gangguan pencernaan seperti kembung dan mual, hingga lonjakan gula darah terutama bagi penderita diabetes.
Makanan bersantan dan berlemak tinggi juga berpotensi memperberat kerja sistem pencernaan, terlebih jika dikonsumsi berulang kali saat silaturahmi ke banyak rumah.
Untuk itu, ia menyarankan beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan masyarakat selama Lebaran.
Misalnya saja mengutamakan makanan utama sebelum mencicipi kue kering, membatasi makanan bersantan dan berlemak, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, mencukupi kebutuhan air putih, menghindari makan berlebihan saat berkunjung ke beberapa rumah.
“Silaturahmi tetap jalan, tapi kesehatan juga harus tetap dijaga. Kuncinya adalah tidak berlebihan dan tetap menerapkan pola makan seimbang,” pungkasnya.
Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH




