MANADO (Lentera) - Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 5 korban dari KM Anaya yang terbakar di perairan Laut Maluku. Satu korban, Yanto Sumelung, saat ini dilaporkan dalam kondisi kritis.
"Tim SAR gabungan tiba di dermaga pada pukul 23.55 WITA (Kamis, 26/3/2026) dan seluruh korban langsung diserahkan kepada tim medis untuk mendapatkan penanganan," ujar Humas Basarnas Sulawesi Utara, Nuriadin Gumeleng dikutip dari Antara, Jumat (27/3/2026).
Menurutnya, satu korban kritis tersebut telah dirujuk ke RSUP Prof Kandou Manado untuk segera mendapatkan perawatan intensif.
Empat korban lainnya, yakni Yornes Gumolobe, Niklas Amtade, Nestar Sumelung, dan Fenli Yosep telah tiba di Dermaga Satrol TNI AL Bitung pada Jumat pukul 01.30 WITA. Menurut Nuriadin, keempatnya langsung mendapatkan perawatan intensif sebelum dirujuk ke rumah sakit terdekat.
"Setelah seluruh korban ditemukan, operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas sinergi dan dedikasi dalam pelaksanaan operasi," tambahnya.
Nuriadin mengatakan, rescue boat yang terlibat dalam operasi berada di Dermaga Satrol TNI AL Bitung. Kapal tersebut dijadwalkan akan bergeser ke Likupang pada pukul 06.00 WITA dan diperkirakan tiba pukul 08.00 WITA.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Tim Rescue Kantor SAR Manado, Unit Siaga SAR Bitung dan Likupang, Polairud, TNI AL, BPBD Bitung, instansi kesehatan, serta unsur pendukung lainnya dengan puluhan personel.
Alat utama yang digunakan dalam operasi mencakup Rescue Car, Rigid Buoyancy Boat (RBB), speedboat, peralatan komunikasi, peralatan medis, dan armada ambulans dari instansi terkait.
"Basarnas Sulawesi Utara mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat sehingga operasi SAR dapat berjalan lancar dan seluruh korban berhasil diselamatkan," ungkap Nuriadin.
Editor:Santi,ist




