MALANG (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan peluncuran tugu penanda status Kota Kreatif Dunia di bidang Media Arts dari UNESCO, pada peringatan Hari Jadi ke-112 yang jatuh di 1 April 2026 mendatang.
"Kami akan melaunching tugu terkait penetapan Kota Malang sebagai Kota Kreatif Dunia di bidang Media Arts," ujar Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Jumat (27/3/2026).
Tugu tersebut akan menjadi simbol pengakuan internasional terhadap Kota Malang di bidang ekonomi kreatif, khususnya subsektor media arts.
Rencananya, tugu ini akan diluncurkan di Alun-Alun Merdeka Malang agar dapat dilihat langsung oleh masyarakat luas. Lokasi tersebut dipilih karena menjadi ruang publik terluas di Kota Malang sekaligus ikon legendaris kota tersebut.
Lebih lanjut, Wahyu berharap keberadaan tugu tersebut mampu menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap capaian Kota Malang di kancah internasional. Terlebih, status tersebut menjadikan Malang sebagai kota pertama di Asia Tenggara yang memperoleh pengakuan di bidang Media Arts.
"Harapannya tugu itu nanti menjadi kebanggaan warga Kota Malang. Karena di bidang Media Arts, kami yang pertama di Asia Tenggara," katanya.
Wahyu mengungkapkan, peluncuran tugu tersebut sebenarnya sempat direncanakan pada Februari 2026, sesuai arahan dari UNESCO, termasuk peresmian logo. Namun, Pemkot Malang memutuskan untuk menyesuaikan waktu pelaksanaan agar bertepatan dengan momentum hari jadi.
Selain peluncuran tugu, HUT ke-112 yang jatuh pada 1 April 2026 tersebut juga dirancang lebih spesial.
Salah satu pembeda yang diusung dalam perayaan tahun ini, kata Wahyu, yakni penggunaan pakaian khas yang sarat nilai sejarah. Dijelaskannya, desain pakaian yang akan dikenakan telah disiapkan dengan mengangkat perjalanan sejarah Kota Malang dari masa ke masa.
"Mulai dari wali kota pertama yang berasal dari Belanda sampai dengan sekarang, itu digambarkan dalam satu desain pakaian," jelasnya.
Tak hanya itu, dalam pelaksanaannya, perayaan HUT ke-112 tetap mengusung konsep sederhana. Pemkot Malang menegaskan tidak akan menggelar perayaan secara berlebihan, melainkan tetap berpegang pada nilai refleksi sejarah dan kebersamaan.
"Konsepnya tetap 'menolak lupa'. Tidak ada perayaan yang hura-hura," tegas Wahyu.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, resepsi peringatan HUT ke-112 Kota Malang akan digelar di Gedung Cendrawasih dengan format sederhana, menyesuaikan tema yang diangkat pada tahun ini.
Reporter:Santi Wahyu|Editor: Arifin BH




