SURABAYA (Lentera) - Wakil Ketua DPRD Jatim, Blegur Prijanggono mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi di media sosial terkait isu krisis energi global dan melakukan crosscheck terhadap kebenarannya.
“Kami berharap pemerintah melakukan langkah strategis untuk menghadapi krisis energi,” ungkap Blegur, Senin (30/03/2026).
Politisi Partai Golkar tersebut juga mengingatkan Pemprov Jatim untuk benar-benar mengantisipasi dampak kelangkaan akibat krisis energi, termasuk melibatkan stakeholder dan Pertamina.
Ia menilai penataan harus mulai dilakukan dan masyarakat diharapkan tidak menerima informasi mentah dari media sosial.
Menurutnya, pemerintah dan masyarakat harus bijak dalam memilah informasi yang banyak mengandung hoaks, meskipun saat ini dunia tengah diliputi kecemasan.
Dinilainya, pelaku UMKM menjadi sektor yang perlu mendapat perhatian dalam menghadapi krisis global karena berperan menggerakkan perekonomian masyarakat kecil.
"Karena mereka yang bisa menghidupkan perekonomian masyarakat kecil," pungkasnya.
Sebagai informasi, proyeksi 2026 menunjukkan potensi krisis global dipicu ketegangan geopolitik, krisis energi, dan kelangkaan chip AI yang berisiko terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Sejumlah negara diperkirakan menghadapi resesi, sementara Indonesia diprediksi tetap tumbuh sekitar 4,8-5 persen dengan ditopang konsumsi rumah tangga meski menghadapi guncangan eksternal.
Reporter: Pradhita/Editor:Santi




