SURABAYA ( LENTERA ) - Di balik kehangatan momen kumpul keluarga saat Lebaran, ada "oleh-oleh" kesehatan yang kerap tertinggal: rasa nyeri yang menusuk di persendian. Euforia menyantap opor ayam, rendang, hingga sambal goreng ati selama hari raya kini mulai membuahkan hasil berupa naiknya kadar asam urat secara drastis, memaksa banyak warga kembali antre di klinik kesehatan.
Asam urat sering menimbulkan rasa nyeri, bengkak, dan kaku pada sendi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini biasanya terjadi akibat tingginya kadar asam urat dalam darah, yang dipicu oleh pola makan tinggi purin, kurangnya aktivitas fisik, atau kebiasaan hidup yang kurang sehat. Selain pengobatan medis, pemilihan makanan yang tepat juga dapat membantu mengontrol kadar asam urat dalam tubuh.
Untuk mencegah asam urat mengonsumsi buah yang mengandung vitamin C, dan enzim alami membantu menurunkan kadar asam urat dan meredakan peradangan pada sendi yang bisa membantu membuang kelebihan asam urat melalui urine dan menekan respons inflamasi.
Menurut data Global Burden of Disease (GBD) 2021 menunjukkan bahwa, ada sekitar 55,8 juta orang yang hidup dengan asam urat, dengan prevalensi 1 sampai 4 persen populasi dewasa.
Serangan asam urat bisa muncul secara tiba-tiba yang menyebabkan nyeri hebat, bengkak, dan rasa panas pada sendi.
Selain menggunakan pengobatan medis, pola makan juga menjadi salah satu langkah yang penting untuk mencegah kambuhnya penyakit ini. Banyak penelitian yang mengungkapkan, dengan mengonsumsi buah tertentu bisa menjaga kadar asam urat agar tetap stabil.
Buah Ceri
Buah ceri termasuk dalam buah-buahan yang paling banyak diteliti kaitannya dengan asam urat. Kandungan antosianin yang ada pada buah ceri berperan sebagai antiinflamasi dan membantu menurunkan kadar asam urat.
Buah Stroberi
Buah stroberi kaya akan vitamin C. Nutrisi yang ada pada buah stroberi bisa membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah. Kandungan antioksidannya juga berperan dalam meredakan peradangan pada sendi.
Rasa manis alami pada buah stroberi menjadikan alternatif camilan yang sehat dibandingkan dengan makanan olahan yang kadar gulanya tinggi.
Buah Jeruk
Buah jeruk merupakan buah yang mengandung vitamin C yang tinggi. Vitamin pada buah ini membantu tubuh untuk mengeluarkan asam urat melewati urine.
Dalam beberapa penelitian menunjukkan, bahwa asupan vitamin C bisa meningkatkan pembuangan asam urat yang menurunkan kadarnya dalam darah. Dengan mengonsumsi secara rutin bisa menurunkan risiko kambuhnya asam urat.
Buah Nanas
Buah nanas mengandung bromelain, enzim yang ada pada buah nanas memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat. Beberapa penelitian menujukkan, bahwa bromelain bisa membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri yang berkaitan dengan peradangan.
Buah ini bisa menjadi pilihan saat serangan kambuh secara tiba-tiba, karena membantu meredakan inflamasi secara alami.
Buah Apel
Buah apel mengandung serat dan asam malat yang bisa membantu menetralkan asam urat yan ada dalam tubuh. Asam malat berperan untuk membantu melarutkan penumpukan asam urat.
Cara mengonsumsinya bisa dibuat jus atau dimakan secara utuh. Apel diketahui bisa mendukung pengeluaran asam urat. Apel juga bisa meningktkan pencernaan yang lebih baik.
Buah Blueberry
Buah blueberry yang kaya akan flavonoid dan antioksidan yang bisa membantu menekan peradangan. Secara uji klinis terkontrol menunjukkan, bahwa mengonsumsi bluberry selama 4-12 minggu bisa menurunkan penanda inflamasi seperti CRP, interleukin-6 (IL-6), dan tumor alfa.
Beberapa penelitian juga mengungkap, bluberry bisa membantu untuk meningkatkan sensitivitas insulin. Hal ini penting karena resistensi insulin dapat meningkatkan risiko asam urat. (Itqiyah-mahasiswa UINSA berkontribusi dalam tulisan ini)



