03 April 2026

Get In Touch

Tangis Donnarumma Pecah, Italia Kembali Gagal ke Piala Dunia Usai Tumbang dari Bosnia

Kapten Tim Nasional Italia Gianluigi Donnarumma dalam laga Bonsia and Herzegovina vs Italia. (REUTERS)
Kapten Tim Nasional Italia Gianluigi Donnarumma dalam laga Bonsia and Herzegovina vs Italia. (REUTERS)

JAKARTA (Lentera) - Tangis kapten tim nasional Italia, Gianluigi Donnarumma, pecah usai kekalahan dramatis dari Tim nasional Bosnia dan Herzegovina dalam babak playoff. Hasil tersebut memastikan skuad Azzurri kembali gagal lolos ke Piala Dunia FIFA, memperpanjang catatan kelam mereka di panggung sepak bola dunia.

Kiper utama Italia itu mengaku tidak mampu menahan emosi setelah pertandingan yang berakhir lewat adu penalti tersebut.

"Setelah pertandingan, saya menangis. Saya menangis karena kekecewaan tidak bisa membawa Italia ke tempat yang seharusnya," ujar Donnarumma, dikutip dari ESPN, Kamis (2/4/2026).

Kegagalan ini menandai untuk absennya Italia dalam 3 edisi Piala Dunia secara beruntun. Sebuah ironi besar bagi salah satu kekuatan tradisional sepak bola Eropa yang selama ini dikenal dengan sejarah panjang prestasi.

Dalam laga penentuan tersebut, Donnarumma tidak berhasil mengantisipasi satu pun tendangan penalti dari para algojo Bosnia dan Herzegovina. Di sisi lain, dua eksekutor Italia justru gagal menuntaskan tugasnya, yang akhirnya berujung pada kekalahan menyakitkan.

Penampilan Italia pun menjadi sorotan tajam media dan publik. Terlebih, mereka harus tersingkir oleh tim yang secara peringkat berada jauh di bawah, menambah daftar panjang kritik terhadap performa Azzurri dalam beberapa tahun terakhir.

Sejak menjalani debut bersama timnas senior pada 2016 di usia 17 tahun, Donnarumma belum pernah sekalipun merasakan atmosfer bermain di Piala Dunia. Ironisnya, ia kini menyandang ban kapten, namun belum mampu membawa negaranya kembali ke panggung tertinggi sepak bola tersebut.

Kiper yang kini memperkuat Manchester City itu menegaskan rasa kecewa tidak hanya dirasakannya seorang diri, melainkan juga seluruh pemain dan pendukung Italia.

"Saya menangis karena kesedihan yang sangat besar yang saya rasakan, bersama seluruh tim Azzurri, yang saya banggakan sebagai kapten," tuturnya.

Meski diliputi kekecewaan mendalam, Donnarumma berupaya menanamkan optimisme kepada rekan-rekannya. Ia menilai, kegagalan ini harus menjadi titik balik untuk membangun kembali mentalitas dan kepercayaan diri tim.

Menurutnya, Italia membutuhkan keberanian besar untuk bangkit dari keterpurukan dan memulai lembaran baru demi masa depan sepak bola nasional.

"Kita harus menemukan keberanian untuk membalik halaman sekali lagi. Dan untuk melakukannya dibutuhkan kekuatan, semangat, dan keyakinan," pungkasnya.

Editor:Santi,ist/Ant

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.