08 April 2026

Get In Touch

Waspada! Pertanda Kanker Ginjal pada Anak

Waspada! Pertanda Kanker Ginjal pada Anak

 

SURABAYA ( LENTERA ) - Gangguan ginjal pada anak sering kali tidak disadari sejak awal karena gejalanya tampak ringan, seperti lemas, bengkak, atau perubahan frekuensi buang air kecil. Padahal, jika tidak ditangani sejak dini, kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit ginjal kronis yang berdampak serius pada tumbuh kembang anak. Karena itu, orang tua perlu lebih waspada terhadap tanda-tanda awal gangguan ginjal pada anak.

Perubahan Warna Urine

Perubahan warna urine pada anak kerap dianggap sebagai hal yang tidak terlalu penting. Padahal, pada kondisi tertentu, perubahan tersebut dapat menjadi sinyal adanya masalah kesehatan yang lebih serius, termasuk kemungkinan kanker ginjal.

Dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi, dr. Nur Melani Sari, SpA-Subsp.HO(K), menjelaskan bahwa kanker ginjal pada anak tidak selalu ditandai dengan perubahan warna urine. 

Meski demikian, orang tua perlu meningkatkan kewaspadaan apabila urine anak terlihat kemerahan. Kondisi tersebut sebaiknya segera diperiksakan ke tenaga medis untuk mengetahui penyebabnya secara pasti.

"Tidak semua juga kanker ginjal ini urinenya berwarna merah, tapi kalau misalnya urine berwarna merah. ini pasti kita harus menyingkirkan dulu ya, kadang-kadang ada obat-obatan kah atau tidak, ada makanan atau tidak, kadang-kadang ada yang bisa membuat urinenya cenderung berwarna merah," ucapnya.

Namun, jika anak tidak mengonsumsi obat atau makanan yang dapat memengaruhi warna urine, tetapi urine tetap berwarna merah, kondisi tersebut sebaiknya segera diperiksakan ke tenaga medis.

Ia menjelaskan bahwa perubahan warna urine yang disebabkan oleh adanya darah umumnya tampak sebagai warna merah terang atau kemerahan yang masih terlihat jernih. Sementara itu, pada kondisi normal, urine biasanya berwarna kuning jernih.

"Nah itu mencurigai ada sesuatu, yang berdarah yang ikut ketika tubuh kita memproduksi air pipis gitu atau urine," tuturnya lagi.

Pada beberapa kasus, keberadaan darah dalam urine juga dapat membuat warnanya tampak lebih gelap. Perubahan tersebut dapat berkaitan dengan berbagai gangguan yang terjadi pada ginjal.

Oleh karena itu, dr. Melani mengimbau para orang tua agar tidak menganggap remeh perubahan warna urine pada anak. 

Pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan untuk memastikan apakah kondisi tersebut hanya bersifat sementara atau menjadi tanda adanya penyakit tertentu, termasuk kanker ginjal.

Ciri Perut 

Dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi, dr. Nur Melani Sari, SpA(K), menjelaskan bahwa salah satu tanda yang perlu diwaspadai pada anak adalah perut yang terlihat membesar.

Ia menuturkan, kondisi tersebut kerap disalahartikan sebagai perut kembung. Padahal, keduanya merupakan keadaan yang berbeda dan memiliki ciri yang cukup jelas untuk dibedakan.

"Kalau kembung biasanya isinya udara. Tapi kalau membesar karena tumor, isinya benda padat, terasa keras, dan tidak mudah digerakkan," jelasnya.

Dalam banyak kasus, anak dibawa ke fasilitas kesehatan karena keluhan nyeri perut. Dari situ dokter kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari penyebabnya.

"Nanti dokter akan melakukan investigasi untuk mengetahui asal nyeri perutnya, dan akhirnya ditemukan ternyata ada tumor," lanjut dia.

Selain urine kemerahan dan perut membesar, beberapa tanda lain yang bisa muncul antara lain: Demam tanpa sebab jelas; Tekanan darah meningkat dan Anak terlihat pucat atau mudah lelah.

Menurut dr Melani, kadang orang tua justru lebih cepat membawa anak ke rumah sakit karena demam yang tidak kunjung membaik, bukan karena menyadari adanya benjolan.

Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya melakukan sejumlah pemeriksaan lanjutan, seperti USG abdomen, CT scan, pemeriksaan darah, serta pemeriksaan urine, disertai evaluasi oleh dokter spesialis. (Ella Alfatika- mahasiswa UINSA berkontribusi dalam tulisan ini)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.