SURABAYA (Lentera) -Tiga nama kandidat Ketua DPRD Kota Surabaya dari PDI Perjuangan (PDIP) telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Dewan Pimpinan Pusat PDIP, Kini tinggal menunggu keputusan resmi dari partai.
Ketiga kandidat tersebut adalah Syaifudin Zuhri, Eri Irawan, dan Budi Leksono. Salah satu dari mereka akan ditugaskan oleh DPP PDIP untuk mengisi posisi Ketua DPRD Surabaya, menggantikan almarhum Adi Sutarwijono yang meninggal dunia beberapa waktu lalu karena sakit.
Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengatakan seluruh tahapan internal partai telah dilalui. Tiga nama tersebut merupakan usulan dari DPC PDIP Kota Surabaya dan DPD PDIP Jawa Timur.
“Semua proses telah kita lakukan. Ketiga nama itu juga sudah menjalani tes kelayakan dan kepatutan di DPP. Saat ini kita tinggal menunggu keputusan siapa yang akan ditugaskan partai menjadi Ketua DPRD Kota Surabaya,” kata Deni, Kamis (9/4/2026).
Ia menambahkan, keputusan penugasan sepenuhnya menjadi kewenangan DPP PDIP. Pihaknya berharap dalam waktu dekat surat keputusan sudah diterbitkan. “Insya Allah dalam waktu dekat kita akan menerima surat dari DPP terkait siapa yang akan menggantikan almarhum Mas Adi Sutarwijono,” imbuhnya.
Seperti diketahui, kursi Ketua DPRD Surabaya merupakan jatah PDIP sebagai partai dengan perolehan kursi terbanyak pada Pemilu 2024. Dari total 50 kursi DPRD Surabaya, PDIP berhasil meraih 11 kursi, sehingga berhak menempatkan kadernya sebagai ketua.
Ketiga kandidat yang masuk bursa merupakan kader dengan peran strategis di partai. Syaifudin Zuhri saat ini menjabat sebagai Sekretaris DPC PDIP Surabaya. Budi Leksono merupakan Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPC PDIP Surabaya sekaligus Ketua Fraksi PDIP di DPRD Surabaya.
Sementara itu, Eri Irawan dikenal sebagai politisi muda yang menjabat Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya Bidang Pemenangan Pemilu. Di DPRD Surabaya, ia juga menjabat sebagai Ketua Komisi C.
Deni memastikan proses uji kelayakan di tingkat DPP berjalan lancar tanpa kendala. Kini, seluruh pihak tinggal menunggu keputusan final dari DPP PDIP.
Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH



