10 April 2026

Get In Touch

Jatim Bidik Juara Umum LKS Nasional 2026, Perluas Seleksi pada SMA dan MA

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (tengah) bersama Anggota Komisi E DPRD Jatim, Benjamin (kiri) dan Kepala Sekolah SMKN 12 Surabaya (kanan).
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (tengah) bersama Anggota Komisi E DPRD Jatim, Benjamin (kiri) dan Kepala Sekolah SMKN 12 Surabaya (kanan).

SURABAYA (Lentera) — Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali membidik gelar juara umum, pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional 2026.

Target tersebut diperkuat dengan perluasan proses seleksi kompetensi siswa yang kini tidak hanya melibatkan SMK, tetapi juga SMA dan Madrasah Aliyah (MA).

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya melihat dan menjaring kompetensi siswa, secara lebih luas di tingkat menengah.

"Kalau LKS ini biasanya hanya untuk SMK, tapi tahun 2026 di Jawa Timur ini kita menyertakan SMA dan MA. Tapi untuk tingkat nasional masih SMK,” ungkap Khofifah usai penutupan LKS Jatim 2026 di SMKN 12 Surabaya, Kamis (09/04/2026) malam.

Ia menjelaskan, meskipun jumlah cabang lomba di tingkat nasional tidak sebanyak di provinsi, perluasan ini dilakukan untuk memperkuat proses seleksi dan pemetaan kemampuan siswa.

"Memang di tingkat nasional tidak sebanyak ini (56 cabang lomba), tapi kita ingin melakukan proses seleksi dan melihat kompetensi siswa tidak hanya SMK tapi juga SMA dan Aliyah," lanjutnya.

Selain itu, Pemprov Jatim juga mengusulkan agar ke depan ajang LKS tingkat nasional dapat melibatkan siswa SMA dan MA. Para pemenang LKS tingkat provinsi nantinya akan mengikuti training center sebagai persiapan menuju kompetisi nasional.

Khofifah juga menyinggung, capaian Jawa Timur yang telah meraih hattrick juara umum LKS nasional selama tiga tahun berturut-turut. Ia berharap piala bergilir juara umum dapat menjadi milik tetap Jawa Timur.

"Mestinya kalau sudah hattrick, piala untuk juara umum bisa ditinggal di Jatim. Tadi beliau (Direktur SMK) menyampaikan akan mengusulkan menyiapkan trofi baru. Kalau sudah hattrick, seyogyanya ini bisa menjadi milik para siswa-siswi SMK di Jawa Timur," tegasnya.

Di sisi lain, Pemprov Jatim terus mendorong peningkatan kesiapan lulusan SMK melalui kolaborasi dengan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA). Salah satunya melalui program magang yang telah berjalan sejak siswa berada di bangku kelas 11.

“Biasanya inden itu dari mulai kelas 11, mereka sudah di-inden cukup banyak. Oleh karena itu, kita ingin terus meningkatkan skill dari anak-anak SMK di Jawa Timur ini supaya kesiapan masuk dunia kerja itu betul-betul diikuti oleh kematangan psikososial mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai melaporkan penguatan kompetensi siswa juga didukung, melalui revitalisasi infrastruktur pendidikan.

"Total ada 50 lembaga sekolah yang direvitalisasi dengan nominal mencapai Rp45,6 miliar lebih. Dengan rincian, SMA ada 26 lembaga, SMK ada 21 lembaga, dan SLB ada 3 lembaga," ujarnya.

Ia menambahkan, bantuan tersebut merupakan kombinasi dari berbagai program yang bersumber dari APBD maupun pemerintah pusat. Aries juga menegaskan kesiapan Jawa Timur dalam mempertahankan prestasi di tingkat nasional. Dari total 56 bidang lomba di tingkat provinsi, para juara pertama akan mewakili Jawa Timur pada LKS nasional 2026.

"Target dan harapan kami dari 56 bidang lomba, yaitu 54 bidang lomba kompetisi dan 2 bidang eksibisi, dan kita berharap bahwa dari juara 1 yang dilaksanakan di LKS tingkat Provinsi Jatim akan mewakili di tingkat nasional. Dan kami harapkan bahwa tahun 2026 ini piala bergilir Juara Umum LKS Tingkat Nasional tetap berada di Jatim," pungkasnya.

 

Reporter: Pradhita/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.