MALANG (Lentera) - Universitas Brawijaya (UB) menerapkan pembelajaran daring secara selektif bagi mahasiswa guna mencegah penurunan capaian akademik, dengan tetap mempertahankan perkuliahan luring untuk kegiatan yang membutuhkan interaksi intensif.
"Saya sangat memahami risiko learning loss. Karena itu, arahan Pak Menteri dan Pak Rektor untuk kegiatan-kegiatan yang membutuhkan intensitas tinggi dalam interaksi antara dosen dan mahasiswa harus dilakukan di kampus," ujar Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Brawijaya (UB) Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP., Jumat (10/4/2026).
Prof. Imam menjelaskan, aktivitas yang membutuhkan interaksi tinggi tersebut di antaranya, yakni praktikum, kegiatan perkuliahan dalam studio, hingga penelitian di laboratorium yang tetap dilaksanakan secara tatap muka.
Kebijakan ini juga mempertimbangkan pengalaman selama pandemi Covid-19, di mana pembelajaran daring secara penuh berdampak pada menurunnya pemahaman mahasiswa terhadap materi.
Diketahui, penerapan daring selektif tersebut merupakan tindaklanjut Surat Edaran Mendiktisaintek Nomor 2 Tahun 2026, yang mengatur penyesuaian pola kerja dan pembelajaran di lingkungan kampus.
Dalam skema tersebut, mahasiswa semester satu hingga empat diprioritaskan untuk mengikuti perkuliahan secara luring. Hal ini karena fase awal perkuliahan merupakan tahap penting dalam pembentukan fondasi keilmuan yang membutuhkan bimbingan intensif.
"Pada tahap ini, mahasiswa perlu interaksi aktif dengan dosen agar dapat memahami konsep dasar secara optimal," jelas Prof. Imam.
Sementara itu, mahasiswa semester lima ke atas diarahkan mengikuti pembelajaran secara daring, termasuk kegiatan akademik seperti seminar dan pembimbingan.
Lebih lanjut, berdasarkan Surat Edaran Rektor Nomor 01096/DST/UN10/B/TU/2026 tentang Implementasi Surat Edaran Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 2 Tahun 2026 yang berlaku mulai tanggal 7 April 2026.
Yang turut mengatur pelaksanaan kegiatan administrasi bagi karyawan dan dosen. Kegiatan rapat yang tidak memerlukan kehadiran langsung diimbau dilaksanakan secara daring, serta adanya efisiensi perjalanan dinas dalam dan luar negeri.
Menurut Prof. Imam, Sekretaris Universitas saat ini tengah menyiapkan kebijakan car free day yang saat ini masih dalam tahap perumusan dan diharapkan dapat mulai diimplementasikan dalam waktu dekat.
"Harapannya adalah setiap elemen di kampus, mulai dari mahasiswa, dosen, dan lainnya dapat melaksanakan kebijakan ini dengan baik," katanya.
Pelaksanaan kebijakan ini akan terus dilakukan hingga kondisi dinilai aman dan stabil, termasuk tidak adanya potensi kenaikan harga BBM dan energi.
"Evaluasi akan dilakukan secara berkala, misalnya setelah satu bulan pelaksanaan, untuk melihat perkembangan dan menentukan langkah selanjutnya," tutupnya.
Reporter:Santi Wahyu/Editor: Ais



