10 April 2026

Get In Touch

Molekul Dermcidin, Tangkal Infeksi Virus Lewat Keringat

Molekul Dermcidin, Tangkal Infeksi Virus Lewat Keringat

SURABAYA ( LENTERA ) - Para ilmuwan dari Fisabio Foundation Spanyol dan beberapa pusat penelitian di dunia menemukan peran signifikan molekul dermcidin dalam keringat manusia. Molekul itu diduga kuat membunuh bakteri dan jamur, serta melawan virus influenza dalam tubuh.

Menurut peneliti yang menulis hasil studi soal temuan ini, Maria D. Ferrer, virus bergantung pada protein hemaglutinin untuk menginfeksi atau memasuki sel manusia. Dijelaskannya, tanpa protein ini, virus tak dapat bertahan hidup atau menyebar. Pada momen penting inilah peran molekul dermcidin bekerja dengan mengganggu proses tersebut.

Maria menerangkan, dermcidin bekerja sebelum virus menginfeksi a
lias bertindak lebih awal. Molekul ini berperan dengan menempel pada hemagglutinin tersebut untuk mengubah bentuknya. Sederhananya, virus bakal terhalang di pintu masuk karena dermcidin ini. “Dermcidin yang terdapat dalam keringat menunjukkan aktivitas antivirus dan dapat mengganggu infeksi,” kata Maria dikutip dari Earth

Menurut peneliti, belakangan memang banyak obat antivirus berfokus pada protein yang berbeda yang disebut neuraminidase. Metode itu berhasil, tetapi virus sering beradaptasi seiring waktu. Meski begitu, peran dermcidin diyakini ada di bagian yang berbeda karena zat ini menarget semua virus dengan alami.

Terlebih dermcidin juga tak hanya terbatas pada keringat karena peneliti menemukan kalau zat ini terdapat pula di area hidung, air liur, bahkan air mata. "Penempatan ini bukan secara acak. Hal ini memungkinkan dermcidin untuk bertindak sebagai perisai awal," kata Maria lagi.

Dengan analisis ini, peneliti berkeyakinan bahwa tubuh manusia sebenarnya mempunyai mekanisme perlindungan alami tanpa mereka sadari. Dengan sering menghasilkan keringat tentu dapat memperkecil penyebaran virus dalam tubuh. Hal ini juga dibenarkan oleh peneliti dari kelompok mikrobioma mulut dari Fisabio Foundation, Alex Mira.

Molekul ini sangat penting karena membantu menjaga keseimbangan mikroflora di kulit dan melindungi tubuh dari patogen berbahaya seperti Staphylococcus aureus atau Candida albicans. (Ist/dya)

Beberapa Karakteristik Unik Dermcidin

Dihasilkan oleh Keringat: Dermcidin diproduksi secara terus-menerus oleh kelenjar keringat ekrin dan disekresikan ke permukaan kulit melalui keringat.

Struktur Molekul: Molekul ini memiliki bentuk heliks alfa memanjang yang unik. Ketika bertemu dengan bakteri, molekul-molekul dermcidin akan bergabung membentuk saluran atau pori-pori heksamerik (berjumlah enam) pada membran sel bakteri.

Cara Kerja: Dermcidin bekerja dengan cara merusak membran sel kuman (bakteri, jamur, atau virus) melalui pembentukan pori-pori tersebut, yang menyebabkan kebocoran air dan nutrisi dari dalam sel kuman hingga kuman tersebut mati.

Efektivitas Luas: Berbeda dengan banyak antibiotik tradisional yang memerlukan sel kuman untuk aktif membelah, dermcidin dapat menyerang berbagai jenis mikroba dalam berbagai kondisi lingkungan di permukaan kulit.(*)
 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.