13 April 2026

Get In Touch

Doktor ITS Kembangkan Pendeteksi Jalan Rusak Berbasis AI

Dr Hani’ah Mahmudah ST MT menampilkan data visual jalan rusak dibantu oleh sensor kamera yang terpasang pada kendaraan untuk selanjutnya diolah dengan edge device berbasis AI.
Dr Hani’ah Mahmudah ST MT menampilkan data visual jalan rusak dibantu oleh sensor kamera yang terpasang pada kendaraan untuk selanjutnya diolah dengan edge device berbasis AI.

SURABAYA (Lentera) -Doktor dari Departemen Teknik Fisika ITS, Dr Hani’ah Mahmudah ST MT, mengembangkan sistem pendeteksi kerusakan jalan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mampu mempercepat proses identifikasi sekaligus meningkatkan efisiensi penanganan infrastruktur.

Riset ini memanfaatkan model Convolutional Neural Network (CNN) yang diimplementasikan pada edge device, sehingga mampu melakukan deteksi secara cepat dan langsung di lapangan. 

Inovasi tersebut menjadi solusi atas persoalan klasik di Indonesia, yakni lambatnya proses identifikasi jalan rusak yang selama ini masih dilakukan secara konvensional.

Hani’ah menjelaskan, penelitian ini berangkat dari keprihatinannya terhadap kondisi jalan rusak yang sering terlambat ditangani karena keterbatasan metode pemantauan. 

“Melalui optimasi berbasis AI, sistem ini mampu melakukan deteksi kerusakan jalan secara otomatis dan real-time, sehingga data yang diperoleh lebih cepat dan akurat,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Dalam implementasinya, sistem ini memanfaatkan data visual berupa foto dan video jalan yang ditangkap melalui sensor kamera. Data tersebut kemudian diproses menggunakan model iYOLOv7-TPE-SS untuk mengidentifikasi berbagai jenis kerusakan, seperti lubang jalan. 

Selanjutnya, hasil deteksi diolah menggunakan platform komputasi AI NVIDIA AGX Orin untuk menghasilkan data yang siap digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan perbaikan.

Menariknya, penelitian ini tidak hanya berhenti pada aspek akademik. Hani’ah menuturkan inovasi ini memiliki potensi besar untuk diterapkan secara luas oleh pemerintah maupun sektor terkait. 

Dengan sistem yang lebih cepat dan objektif, biaya pemeliharaan jalan dapat ditekan, sementara keselamatan pengguna jalan dapat ditingkatkan.

“Selain itu, teknologi ini juga mendukung pengembangan konsep smart city dan Internet of Vehicles (IoV), karena mampu terintegrasi dengan sistem transportasi berbasis digital,” jelasnya.

Dalam perjalanan studinya, Hani’ah dibimbing oleh Guru Besar Teknik Fisika ITS Prof Dr Ir Aulia Siti Aisjah MT sebagai promotor, bersama Prof Dr Ir Syamsul Arifin MT dan Dr Catur Arif Prastyanto ST MEng sebagai co-promotor. Di bawah bimbingan tim akademisi tersebut, ia tidak hanya menghasilkan inovasi aplikatif, tetapi juga mencatatkan prestasi akademik membanggakan.

Selama menempuh studi doktoral, Hani’ah berhasil mempublikasikan sembilan artikel ilmiah, tujuh di antaranya terbit di jurnal internasional bereputasi yang terindeks Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), dengan fokus pada machine learning dan digital signal processing.

"Harapannya inovasi ini dapat dikembangkan lebih lanjut melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun industri, agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat luas," tutupnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.