SURABAYA (Lentera) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur memastikan pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di sejumlah daerah berjalan lancar. Hingga saat ini, sebanyak 24 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupaten/kota telah menuntaskan agenda Musancab sesuai dengan ketentuan partai.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah, menilai penyelesaian Musancab di 24 daerah merupakan langkah penting dalam konsolidasi organisasi partai di tingkat akar rumput.
“Kami bersyukur DPD sudah mampu menyelesaikan Musancab di 24 kabupaten/kota. Selanjutnya masih ada 14 daerah yang prosesnya berjalan lancar sesuai ketentuan. Kami jadwalkan seluruhnya rampung pada April, terutama bagi daerah dengan perolehan suara di atas 20 persen,” ungkap Said di Kantor DPD PDI Perjuangan Jatim, Sabtu (11/4/2026).
Pria yang juga Ketua DPP DPI Perjuangan tersebut menjelaskan, pelaksanaan Musancab tahap awal ini difokuskan pada daerah dengan perolehan suara di bawah 20 persen. Penentuan tersebut merupakan hasil rapat bersama antara DPC dan DPD, dengan mempertimbangkan aspirasi serta kebutuhan organisasi di masing-masing wilayah.
“Untuk 24 DPC ini, kriterianya memang di bawah 20 persen perolahan kursi di daerah, Itu diputuskan bersama antara DPC dan DPD atas dasar aspirasi yang berkembang. Alhamdulillah, dalam dua hari ini semuanya berjalan mulus,” tambahnya.
Said Abdullah menegaskan bahwa proses Musancab kali ini juga menitikberatkan pada penguatan regenerasi kader. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya keterlibatan perempuan dan generasi muda dalam struktur kepengurusan Partai di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC).
“Yang pertama, kami melihat kekuatan perempuan dan generasi Z, khususnya usia di bawah 35 tahun, sudah mulai memenuhi jajaran PAC. Bagi kami, regenerasi ini sangat penting untuk memastikan keberlanjutan kepemimpinan partai ke depan,” jelasnya.
Selain regenerasi, aspek ideologi partai tetap menjadi perhatian utama dalam penyusunan struktur kepengurusan. Ia menekankan bahwa setiap kader yang masuk dalam struktur harus memiliki pemahaman yang kuat terhadap ideologi PDI Perjuangan sebagai fondasi utama perjuangan politik.
“Hal yang tidak kalah penting adalah kriteria ideologis. Ideologi partai adalah pondasi pokok bagi seluruh kader struktural. Setelah ini, kami akan melakukan penguatan pendidikan kaderisasi bagi pengurus anak cabang agar mampu menjalankan ideologi partai secara konsisten,” tegasnya.
Menghadapi tantangan politik ke depan, Said Abdullah mengingatkan bahwa kerja-kerja partai tidak hanya dilakukan secara konvensional melalui pendekatan langsung ke masyarakat, tetapi juga harus diperkuat dengan strategi komunikasi digital.
“Tantangan ke depan tidak mudah. Kita tidak hanya turun ke bawah, mengetuk pintu dari rumah ke rumah, tetapi juga harus aktif di media sosial. Setiap kepengurusan harus memiliki tim kreatif yang mampu mengelola dan mengoptimalkan peran media digital,” terangnya.
Ketua Badan Anggaran DPR RI ini pun berharap seluruh pengurus PAC yang telah terpilih dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan tetap menjaga soliditas partai. Semangat yang tinggi, menurutnya, harus diiringi dengan kerja kolektif demi kemajuan organisasi.
“Kami berharap pengurus PAC benar-benar bekerja sungguh-sungguh. Semangat saja tidak cukup, harus diwujudkan dalam kerja nyata bersama untuk memajukan partai,” pungkasnya.
Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH




