JAKARTA (Lentera) - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, mengungkapkan sejumlah tokoh nasional siap merapat ke partainya dalam waktu dekat.
Pernyataan itu disampaikan Grace di sela kegiatan konsinyering Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI yang digelar di Jakarta Barat, Minggu (12/4/2026).
"Tokoh-tokoh nasional akan terus bergabung ke PSI memperkuat kepengurusan di berbagai provinsi," ujar Grace kepada awak media, mengutip Kompas.
Meski demikian, mantan jurnalis tersebut belum bersedia mengungkap identitas para tokoh yang dimaksud. Ia hanya memastikan nama-nama tersebut akan diumumkan secara resmi kepada publik dalam waktu yang telah ditentukan.
"Jadi nanti akan kami kabarkan lagi ke teman-teman media siapa saja yang akan bergabung," katanya.
Grace menegaskan, kehadiran tokoh-tokoh nasional menjadi bagian penting dalam strategi penguatan struktur partai, khususnya di level elit. Namun, penguatan di tingkat atas itu tidak akan berdiri sendiri tanpa dukungan solid dari jaringan akar rumput.
Menurutnya, PSI saat ini tengah mengusung strategi "double track", yakni memperkuat dua lini sekaligus, meliputi elit nasional dan basis kader di tingkat bawah.
"Artinya level atas diperkuat dengan tokoh-tokoh nasional yang sudah punya kiprah, sudah punya track record, sudah punya ketokohan. Dan ini tentunya tidak akan optimal kalau tidak didukung dengan jaringan di bawah," jelasnya.
Selain membidik tokoh nasional, Grace juga mengungkapkan arus masuk kader dari partai politik lain ke PSI terus terjadi. Ia menyebut jumlahnya cukup signifikan, meski tidak merinci angka pasti karena terus berubah.
"Banyak, banyak dan terus bergabung, masalahnya itu jadi angkanya terus bergerak," ucapnya.
Lebih lanjut, Grace menekankan PSI membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa pun yang ingin bergabung, termasuk tokoh dari latar belakang politik yang berbeda.
"PSI adalah partai super terbuka di mana semua orang diterima, semua orang adalah pemegang saham. Partai ini bukan partai keluarga, bukan partai sekelompok orang segelintir orang saja," tuturnya.
Editor:Santi




