SURABAYA ( LENTERA ) - Kain linen dikenal sebagai salah satu bahan favorit, terutama saat cuaca panas. Teksturnya ringan, mampu menyerap keringat dengan baik, serta menghadirkan kesan santai yang tetap elegan. Tak mengherankan jika banyak orang berusia 50 tahun ke atas menjadikan linen sebagai pilihan utama untuk outfit sehari-hari.
Namun di balik keunggulannya, linen juga memiliki tantangan tersendiri dalam hal styling. Jika tidak dipadukan dengan tepat, tampilannya bisa terlihat kurang rapi, bahkan terkesan kusut dan berantakan.
Menurut ahli fashion, linen merupakan bahan yang bernilai tinggi berkat sifatnya yang breathable dan nyaman dipakai. Namun, cara mengenakannya tetap perlu diperhatikan agar tampilan tetap rapi dan stylish.
“Linen memiliki kemampuan menyerap kelembapan dan sangat nyaman dipakai, tetapi styling yang tepat sangat penting,” jelasnya, dilansir Best Life.
Setrika Sebelum Dipakai
Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah memakai linen dalam kondisi kusut. Memang, bahan ini mudah berkerut karena serat alaminya berasal dari tanaman flax. Namun, bukan berarti dibiarkan begitu saja. Agar tetap terlihat rapi, sebaiknya linen distrika atau di-steam sebelum dikenakan, sehingga tampilannya tetap bersih dan terawat.
“Pastikan pakaian linen disteam atau disetrika agar terlihat rapi, bukan berantakan,” menurut ahli fashion Chantelle Hartman Malarkey.
Selain itu, cara mencuci dan mengeringkan juga berpengaruh pada tampilan akhir linen. Mengeringkannya dengan suhu rendah serta segera menggantung pakaian setelah dicuci dapat membantu meminimalkan kerutan dan menjaga bentuknya tetap rapi.
Pilih Ukuran yang Sesuai
Kesalahan berikutnya adalah memakai linen dengan ukuran yang terlalu longgar atau justru terlalu ketat. Meski identik dengan gaya santai, linen tetap membutuhkan keseimbangan agar tampilan terlihat proporsional. Oleh karena itu, penting memilih potongan yang pas di tubuh agar tetap nyaman sekaligus rapi.
“Penting untuk memilih pakaian linen dengan potongan yang rapi agar terlihat lebih polished dan flattering,” ujarnya.
Misalnya, saat mengenakan celana linen yang longgar, padukan dengan atasan yang lebih fitted agar siluet terlihat seimbang dan tetap rapi.
Jangan Padukan dengan Sepatu Berat
Sepatu yang terlalu berat, seperti boots atau model platform, bisa membuat tampilan kurang selaras dengan karakter linen yang ringan. Stylist Brigid Stasen menyarankan untuk memilih alas kaki yang lebih ringan agar keseluruhan outfit terlihat seimbang dan harmonis.
“Karena linen ringan dan airy, sebaiknya dipadukan dengan sandal, kitten heels, atau flat shoes,” jelasnya.
Dengan memilih sepatu yang tepat, tampilan akan terlihat lebih seimbang dan effortless.
Tak Pakai Aksesori Berlebih
Linen cenderung memiliki tampilan yang sederhana, sehingga tanpa tambahan aksesori, outfit bisa terlihat terlalu polos atau kurang menarik.
Hal ini menjadi kesalahan yang cukup sering terjadi, terutama bagi mereka yang menginginkan tampilan minimalis. Menurut Cohen, penggunaan aksesori justru penting untuk memberikan karakter dan sentuhan personal pada outfit.
“Tambahkan sentuhan personal melalui aksesori seperti kalung, anting, atau scarf,” sarannya.
Aksesori seperti sabuk tipis atau perhiasan yang simpel dapat mempercantik tampilan tanpa membuatnya terlihat berlebihan.
Jangan Padukan dengan Bahan Tebal
Kesalahan terakhir adalah memadukan linen dengan bahan yang terlalu tebal atau berat, seperti sweater bulky atau jaket yang berstruktur berat. Kombinasi ini dapat mengganggu keseimbangan visual outfit. Stasen menekankan pentingnya memilih bahan yang lebih seimbang agar tampilan tetap harmonis.
“Apa pun yang dipadukan dengan linen sebaiknya memiliki bobot yang sama atau lebih ringan,” ujarnya.
Bahan seperti katun, denim ringan, atau sutra dapat menjadi pilihan yang tepat untuk dipadukan dengan linen.
Dengan menghindari kelima kesalahan tersebut, kamu tetap bisa tampil stylish tanpa menghilangkan kesan dewasa dan berkelas. Linen bukan hanya tentang kenyamanan, tetapi juga bagaimana kamu memakainya dengan percaya diri. (Itqiyah_Mahasiswa UINSA berkontribusi dalam tulisan ini)



