18 April 2026

Get In Touch

Sang Ayah Wafat , Apink Ungkap Perjuangannya Sukses Jadi Lulusan Terbaik ITN Malang

Mahasiswi Teknik Industri Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Dwi Apink Dela Nesfian (foto: Humas ITN Malang)
Mahasiswi Teknik Industri Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Dwi Apink Dela Nesfian (foto: Humas ITN Malang)

MALANG (Lentera) - Kepergian ayahnya pada 2019 lalu menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan hidup mahasiswi Teknik Industri Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Dwi Apink Dela Nesfian.

Sejak saat itu, ia memegang teguh pesan yang pernah disampaikan ayah kepada anak-anaknya yang kini mengantarkan Apink menjadi lulusan terbaik di prodinya. 

"Semua anak ayah harus jadi sarjana dan menjaga nama baik keluarga," ujar Apink, mengenang kalimat sang Ayah, Jumat (17/4/2026).

Apink mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,78 dan menyelesaikan studinya dalam waktu 3,5 tahun. Ia dijadwalkan mengikuti prosesi wisuda ke-75 periode I tahun 2026, pada Sabtu (25/4/2026) mendatang.

Sejak ayahnya, Imam Zunaedi Salaf, meninggal dunia, ibunya, Endang Sulastri, melanjutkan peran sebagai tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai petani palawija di kampung halaman.

Di tengah kondisi tersebut, mahasiswi asal Jember ini tetap aktif menjalani berbagai kegiatan selama masa perkuliahan.

Dirinya juga menjadi asisten laboratorium di 4 laboratorium, yakni Laboratorium Perancangan dan Sistem Informasi, Laboratorium Manufaktur, Laboratorium Komputer, serta Laboratorium Perancangan Teknik Industri.

Apink juga dipercaya sebagai Koordinator Asisten Laboratorium. Menurutnya, pengalaman tersebut turut membentuk kemampuan komunikasi dan manajemen waktu, sekaligus memperdalam pemahaman materi.

"Jadi asisten lab itu manfaatnya besar di pengembangan soft skill. Kami dituntut berani bicara di depan publik, dan harus bisa manajemen waktu. Secara hard skill juga otomatis lebih terasah karena kami harus paham materi lebih dalam sebelum mengajar praktikum ke mahasiswa lain,l " katanya.

Selain itu, Apink juga sempat bekerja paruh waktu dan freelance di bidang food and beverage (F&B) pada semester empat dan enam untuk menambah penghasilan. 

Ia juga aktif dalam organisasi daerah Forum Mahasiswa Jember di Malang (FKMJM) serta terlibat dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bersama dosen.

Diakuinya, semester 5 menjadi masa yang paling menantang. Saat itu, ia mengambil 19 SKS, menjalankan tugas sebagai asisten laboratorium di beberapa tempat, sekaligus mencari lokasi Praktik Kerja Nyata (PKN).

"Jujur sempat stres dan struggle banget. Tapi kuncinya cuma disiplin, konsisten, dan paling utama itu jaga kepercayaan orang tua serta ibadah. Itu yang bikin saya tetap stabil," kata Apink.

Capaian akademiknya ditutup dengan skripsi berjudul "Optimasi Industri Peternakan Ayam Broiler di UD Sumber Urip Kabupaten Jember". Dalam penelitian tersebut, ia memilih objek usaha milik keluarganya sendiri.

Penelitian yang dibimbing oleh Dr. Ir. Nelly Budiharti, MSIE., dan Mariza Kertaningtyas, ST., MT itu menggunakan kombinasi metode Fault Tree Analysis (FTA), Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), serta Linear Programming.

Melalui metode tersebut, Apink mengidentifikasi penyebab utama bobot ayam tidak mencapai target. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, faktor pakan dan tingkat kepadatan kandang menjadi permasalahan utama.

"Ternyata di peternakan keluarga saya, manajemen pakan itu pengaruhnya besar sekali. Ada tiga jenis pakan dengan fase yang berbeda-beda, dan itu harus pas komposisinya. Kalau kandang terlalu padat, ayam jadi stres dan nafsu makannya turun drastis," ujarnya.

Melalui penelitian tersebut, Apink tidak hanya menyelesaikan pendidikannya, tetapi juga berharap mampu memberikan kontribusi terhadap usaha keluarganya.

"Saya temukan kalau pakan dan kepadatan kandang itu risiko tertingginya. Lewat ilmu yang saya dapat di kampus, saya ingin usaha keluarga ini bisa terus berkelanjutan dan punya hasil yang lebih optimal," pungkasnya.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.