17 April 2026

Get In Touch

Bupati Jember Targetkan Renovasi 1000 Rumah Tak Layak Huni

Bupati Jember Gus Fawait saat bertemu warga penerima manfaat rehab RTLH di Desa Kemuning Lor Kecamatan Panti.
Bupati Jember Gus Fawait saat bertemu warga penerima manfaat rehab RTLH di Desa Kemuning Lor Kecamatan Panti.

JEMBER (Lentera) –Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen meningkatkan kualitas hidup warga Jember melalui sektor hunian. Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan bahwa perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan daerah.

 

Hal tersebut diungkapkan setelah Gus Fawait meninjau langsung hasil renovasi program RTLH tahun anggaran 2025, di Desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti. 

Gus Fawait menyampaikan rasa syukurnya melihat kebahagiaan warga yang kini memiliki hunian lebih layak. Pada tahun 2025, tercatat sekitar 200 unit rumah telah berhasil diperbaiki. "Alhamdulillah, tadi kita saksikan bersama bagaimana masyarakat merasa sangat terbantu. Rumah yang kokoh dan layak adalah kebutuhan dasar yang akan berimbas langsung pada peningkatan kesehatan serta kualitas SDM di Jember," ujar Bupati Jember Gus Fawait. 

Melihat keberhasilan dan antusiasme warga, Gus Fawait mematok target yang jauh lebih besar untuk 2026. Pemkab Jember berencana meningkatkan jangkauan program hingga 1.000 unit rumah. Target ini disebut sebagai angka tertinggi dalam sejarah pembangunan hunian di Kabupaten Jember.

Tak sekadar memberikan bantuan fisik bangunan, Gus Fawait juga menyalurkan bantuan sosial lain untuk menunjang kesejahteraan warga sekitar. Di antaranya, paket sembako, peralatan dapur dan kasur, serta pakaian layak pakai.

Pemerintah Kabupaten Jember menyediakan dana mencapai Rp 30 miliar untuk menyukseskan program rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun 2026. Sebelum direhab, kondisi rumah tersebut terbuat dari bambu berdindingkan kulit bambu alias sesek. Gentengnya dari tanah liat. Kini, rumah Selami warga Panti itu tampak bagus. Ukurannya diperluas menjadi 6 X 6 meter. Dindingnya dari batu bata, genteng dari baja ringan, pintunya berbahan kayu dan jendela kaca.

Bupati juga memastikan bahwa setiap proyek RTLH yang telah selesai dikerjakan memiliki kualitas yang sesuai standar dan harapan masyarakat.

"Kami mengecek langsung, dan syukurlah, bangunannya bagus serta sesuai dengan keinginan warga. Untuk syarat teknis pendaftaran program tahun ini, masyarakat bisa langsung berkoordinasi melalui pihak teknis di dinas terkait," imbuhnya.

Melalui program masif ini, Gus Fawait berharap angka kemiskinan ekstrem di Jember dapat terus ditekan melalui penyediaan hunian yang manusiawi dan sehat bagi seluruh lapisan masyarakat. (mok/ads)

Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.