18 April 2026

Get In Touch

Trump Sebut "Terima Kabar Baik" dan Klaim Iran Setuju Tangguhkan Program Nuklir Tanpa Batas Waktu

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (foto:ist/dok.Ant/Anadolu)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (foto:ist/dok.Ant/Anadolu)

WASHINGTON (Lentera) -  Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan telah menerima "kabar yang cukup baik" terkait situasi di Timur Tengah dan Iran, namun tidak merinci isi informasi tersebut.

“Kami mendapat kabar yang cukup baik sekitar 20 menit lalu. Sejauh ini, situasi di Timur Tengah dengan Iran tampaknya berjalan sangat baik,” kata Trump kepada wartawan, sebagaimana dikutip RIA Novosti melansir Antara, pada Sabtu (18/4/2026) petang.

Ia menambahkan, bahwa pembicaraan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan ini.

Trump juga menyebut, akan menggelar konferensi pers pada Sabtu pagi waktu Washington, meski ia menegaskan agenda tersebut tidak secara langsung terkait Iran.

“Saya berharap semuanya berjalan baik,” ujarnya.

Sebelumnya, Trump juga mengeklaim Iran setuju menangguhkan program nuklirnya tanpa batas waktu, dan AS tidak akan mencairkan aset Iran yang mereka bekukan.

Kepada Bloomberg News, Jumat (17/4/2026) mengutip Antara, Sabtu (18/4/2026), Trump mengatakan, bahwa pembicaraan langsung dengan Iran terkait penghentian perang secara permanen "mungkin" akan berlangsung akhir pekan ini, meski tak merinci siapa yang memimpin delegasi AS.

Presiden AS juga berkata, dirinya mungkin akan terbang ke Pakistan, untuk menandatangani kesepakatan yang tercapai.

"Sebagian besar poin utamanya telah disepakati, dan prosesnya akan cepat," kata Trump dalam wawancara telepon singkat bersama Bloomberg News.

Putaran pertama negosiasi berlangsung akhir pekan kemarin, tetapi gagal mencapai kesepakatan meski pembicaraan berlangsung lama. Gencatan senjata selama dua pekan yang disepakati dengan Pakistan sebagai penengah juga akan berakhir awal pekan depan.

Saat ditanya apakah moratorium program nuklir Iran akan berlangsung selama 20 tahun, Trump berkata penghentiannya tak akan memiliki jangka waktu tertentu.

Meski demikian, rincian dari kesepakatan yang tengah dibahas masih belum dapat dipastikan.

Wawancara tersebut berlangsung beberapa jam setelah Axios melaporkan bahwa Trump mempertimbangkan mencairkan dana Iran sebesar 20 miliar dolar AS yang dibekukannya sebagai imbal balik atas penyerahan cadangan uranium dari Teheran.

Tetapi, Trump membantah pencairan dana untuk Iran tersebut tengah dipertimbangkan.

Sementara itu terkait gencatan senjata Lebanon-Israel yang tercapai atas bantuannya, Presiden AS berkata pihaknya akan membantu mengembangkannya menjadi kesepakatan yang berkelanjutan.

"Kita tidak akan terus mengebom Lebanon dan kita tidak akan membiarkan pihak lain melakukannya," kata Trump.

"Kita akan memperbaiki Lebanon," ucap Presiden AS, menambahkan.

Adapun dalam wawancara terpisah dengan CBS News, Trump memastikan bahwa Iran telah "menyetujui segalanya" dan akan bekerja sama dengan AS dalam menyingkirkan uranium diperkaya yang dimilikinya.

Personel AS tidak akan dikerahkan dalam operasi itu, kata Trump. Tetapi ia menekankan, bahwa yang akan melaksanakan tugas tersebut adalah "orang-orang kita".

"Kita akan mendapatkannya bersama karena di saat itu, kita akan memiliki kesepakatan, dan kita tidak perlu berseteru ketika ada hal tersebut. Bagus, kan? Begitu lebih baik," ujar Trump.

"Orang-orang kita, bersama pihak Iran, akan bekerja bersama untuk mengambilnya, dan kita kemudian akan membawanya pulang ke AS," katanya menambahkan.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.