20 April 2026

Get In Touch

Kita Usahakan 5 Tanaman Obat Ini Ada di Rumah, Intip Manfaatnya

Kita Usahakan 5 Tanaman Obat Ini Ada di Rumah, Intip Manfaatnya

SURABAYA ( LENTERA ) - Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah tanaman berkhasiat yang dapat dibudidayakan di pekarangan rumah sebagai sumber pengobatan tradisional. Penanaman TOGA di lingkungan rumah memudahkan keluarga memperoleh bahan obat alami untuk menangani keluhan kesehatan ringan sekaligus menjaga kebugaran.

Sejak lama, masyarakat memanfaatkan TOGA sebagai pertolongan pertama saat mengalami sakit ringan. Tanaman ini juga kerap dijadikan bahan dasar ramuan jamu atau obat herbal. Pemanfaatannya telah berlangsung selama ribuan tahun dan diwariskan secara turun-temurun.
Hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat. Mulai dari daun, batang, bunga, buah, biji, kulit batang, hingga akar dapat diolah menjadi berbagai ramuan herbal.

Kunyit 
Kunyit memiliki senyawa kurkumin yang dapat melindungi tubuh dari peradangan dan menjaga sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Kunyit bisa dikonsumsi sebagai bumbu dapur sehari-hari atau diolah menjadi jamu.
Menanam kunyit di polybag diawali dengan menyiapkan bibit rimpang tua bertunas, lalu menanamnya dalam campuran tanah, kompos, dan arang sekam (1:1:1) di polybag ukuran  cm atau lebih besar. Tempatkan di area terkena matahari penuh, siram 1-2 kali sehari, dan panen dalam 7-8 bulan saat daun menguning

Temulawak 
Temulawak dapat membantu mempercepat penyembuhan luka karena memiliki senyawa yang dapat merangsang produksi kolagen pada tubuh. Meminum air rebusan temulawak dapat membantu menetralkan zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh.
Menanam temulawak di polybag memerlukan bibit rimpang yang sudah bertunas, polybag ukuran besar (diameter min 40-50 cm), serta media tanam gembur campuran tanah, kompos, dan pasir. Tanam rimpang dengan tunas menghadap atas, siram rutin 2x sehari pada 3 bulan pertama, dan tempatkan di lokasi teduh/semi-naungan. 

Bawang Merah
Selain digunakan sebagai bahan masakan, bawang merah memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Bawang merah mengandung senyawa quercetin dan flavonoid yang dapat membantu menurunkan kolesterol jahat, mengurangi risiko penggumpalan darah, dan mengendalikan tekanan darah tinggi.
Membalurkan bawang merah pada tubuh anak juga dapat membantu meredakan gejala masuk angin dan demam.
Menanam bawang merah di polybag sangat praktis, menggunakan campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam bakar (1:1:1) dalam wadah berukuran 25-30 cm . Potong ujung bibit bawang merah untuk mempercepat tunas, tanam sedalahar 2/3 bagian, lalu letakkan di tempat cukup sinar matahari. Panen dapat dilakukan dalam 60-70 hari.

Kayu Manis 
Kayu manis menjadi tanaman obat yang cukup populer untuk membantu mengelola atau meringankan gejala asam urat maupun diabetes. Kayu manis mengandung sinamaldehida dan eugenol yang dapat membantu mengurangi rasa sakit akibat radang sendi.
Selain itu, kayu manis juga bermanfaat sebagai antioksidan yang mampu melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif dan paparan radikal bebas. Senyawa pada kayu manis juga disinyalir dapat meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga dapat membantu menstabilkan gula darah dalam tubuh.
Menanam kayu manis (Cinnamomum burmannii) di polybag dimulai dengan penyemaian biji dari buah matang (berwarna ungu tua) dalam media tanah humus dan pupuk kandang (1:1), lalu letakkan di tempat ternaungi. Bibit dipindahkan ke polybag yang lebih besar setelah berumur 1–2 bulan. 

Jahe 
Jahe memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang dapat meredakan nyeri dan meningkatkan daya tahan tubuh. Jahe dapat dikonsumsi sebagai minuman hangat atau dicampurkan ke dalam masakan. 
Menanam jahe di polybag adalah solusi praktis untuk lahan terbatas, dengan hasil panen (usia 9-10 bulan) yang bisa mencapai 1-2 kg per polibag. Kuncinya adalah menggunakan rimpang jahe tua yang sudah bertunas, media tanam gembur (campuran tanah, kompos/pupuk kandang, dan sekam 1:1:1), serta penyiraman teratur agar tanah tetap lembap. (Ella - mahasiswa UINSA berkontribusi dalam tulisan ini)


Resep Jamu Rebusan Segar 

Campuran kunyit, jahe, bawang merah, temulawak, dan kayu manis paling efektif dikonsumsi sebagai jamu rebusan untuk meningkatkan imun dan menjaga kesehatan. Cuci bersih semua bahan, geprek atau iris tipis, lalu rebus dalam 1-2 gelas air hingga mendidih. Minum selagi hangat, bisa ditambahkan madu atau gula aren. 

Bahan: 1 ruas kunyit, 1 ruas jahe, 1 ruas temulawak, 1-2 siung bawang merah (bisa diganti putih), 1 batang kayu manis.
Cara: Rebus semua bahan dengan  air selama 10-15 menit dengan api kecil hingga air sedikit menyusut.
Penyajian: Saring dan minum hangat-hangat 1-2 kali sehari.
Seduhan Teh Rimpang: Iris tipis semua bahan, seduh dengan air panas mendidih dalam cangkir tertutup, diamkan hingga hangat sebelum diminum.
Tips Tambahan: Tambahkan madu atau lemon untuk menambah cita rasa dan nutrisi.(*)


 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.