21 April 2026

Get In Touch

760 Jemaah Haji Kloter Awal Tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya

Jemaah haji kloter 1 dan 2 menjalani pemeriksaan identitas. (Amanah/Lentera)
Jemaah haji kloter 1 dan 2 menjalani pemeriksaan identitas. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera) -Sebanyak 760 jemaah haji dari kloter satu dan kloter dua tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), pada Selasa (21/4/2026) siang. 

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur, As’adul Anam, mengatakan dua kloter pertama asal Kabupaten Probolinggo telah tiba dan menjalani seluruh tahapan penerimaan tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah semuanya normal. Kedatangan tadi di jam 11.20 WIB arus masuk bus dari daerah tidak tercatat dengan rapi sehingga tidak urut sesuai rombongan,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Proses kedatangan jemaah di asrama haji diawali dengan penurunan jemaah dari bus sesuai rombongan. Selanjutnya, jemaah diarahkan masuk ke gedung penerimaan untuk menjalani tahapan administrasi secara berurutan.

Tahapan tersebut meliputi pemeriksaan dokumen perjalanan, pembagian gelang identitas, penyerahan paspor, hingga penempatan di kamar akomodasi. Setelah itu, jemaah juga menjalani proses aktivasi aplikasi Nusuk, yang menjadi layanan baru dalam penyelenggaraan haji tahun ini.

“Semua proses dilakukan terintegrasi, mulai dari akomodasi, gelang, paspor, hingga yang terakhir aktivasi Nusuk,” jelasnya.

Selain itu, jemaah juga menerima living cost sebesar 750 riyal yang dibagikan di asrama sebelum keberangkatan.

Anam menyebut, seluruh rangkaian proses dari kedatangan hingga jemaah kembali ke kamar diperkirakan memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam. Namun, pada kloter awal, durasi tersebut bisa lebih panjang karena melibatkan banyak instansi seperti Imigrasi, Bea Cukai, perbankan, hingga pihak syarikah.

“Ini karena tidak hanya Kementerian Agama, tetapi juga ada Imigrasi, Bea Cukai, BNI, dan syarikah, sehingga butuh penyesuaian di awal,” katanya.

Dari sisi kesehatan, kondisi jemaah tahun ini dinilai lebih baik, terlihat dari minimnya penggunaan kursi roda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Kalau dulu bisa 10 sampai 15 orang, sekarang sangat minim. Artinya seleksi kesehatan lebih ketat,” ungkapnya.

Meski demikian, jumlah jemaah lanjut usia (lansia) diperkirakan tetap tinggi. Bahkan, sekitar separuh dari total jemaah disebut berusia di atas 60 tahun.

Adapun jemaah dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci dini hari. "Keluar kamar nanti malam, sekitar jam 02.00 WIB," tutupnya.

 

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.