23 April 2026

Get In Touch

Hadapi Potensi Kemarau Panjang, Pemkot Malang Percepat Tanam Padi

Pemkot Malang melaksanakan gerakan percepatan tanam padi serentak di kabupaten/kota se Jawa Timur, bertepat di lahan sawah Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kamis (23/4/2026). (Santi/Lentera)
Pemkot Malang melaksanakan gerakan percepatan tanam padi serentak di kabupaten/kota se Jawa Timur, bertepat di lahan sawah Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kamis (23/4/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mempercepat penanaman padi di sejumlah wilayah, untuk mengantisipasi potensi musim kemarau panjang di tahun 2026 ini. 

"Hari ini kami melaksanakan gerakan serentak percepatan menanam padi. Untuk di Mulyorejo ini ada sekitar 1,1 hektare yang ditanami, dari total 10 hektare lahan sawah yang tersedia," ujar Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Kamis (23/4/2026).

Dijelaskannya, masa panen padi diperkirakan berlangsung dalam waktu 112 hingga 115 hari atau kurang dari 4 bulan. Dengan pola tanam tersebut, petani di Kota Malang dapat melakukan panen hingga 2 kali dalam setahun.

Menurut Wahyu, percepatan tanam ini memiliki 2 tujuan utama. Pertama, untuk mengantisipasi dampak musim kemarau panjang yang berpotensi mengganggu produksi pangan. 

Kedua, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan lahan sawah agar tidak beralih fungsi. "Kami berharap dari gerakan seperti ini, stabilitas harga padi di Kota Malang juga tetap terjaga sehingga daya beli masyarakat tetap terjangkau," imbuhnya.

Lebih lanjut, Wahyu menegaskan, Pemkot Malang telah berkomitmen mengendalikan lahan sawah yang ada, termasuk memastikan tidak terjadi alih fungsi lahan secara masif.

Hal ini menurutnya sejalan dengan regulasi dari Kementerian ATR/BPN yang mewajibkan pemerintah daerah menjaga lahan pertanian pangan berkelanjutan.

"Jika tetap dipaksakan, maka proses perizinannya tidak akan ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat," tegasnya.

Di sisi lain, Wahyu menyebut, total lahan sawah milik Pemerintah Kota Malang mencapai 18,5 hektare. Luasan tersebut belum termasuk lahan pertanian yang dimiliki masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan menjelaskan percepatan tanam dilakukan dengan memanfaatkan sisa musim hujan yang masih berlangsung di musim pancaroba ini.

"Berdasarkan informasi BMKG, hingga akhir April 2026 wilayah Jawa Timur masih berpotensi mengalami hujan," jelasnya.

Slamet menambahkan, kondisi iklim di Jawa Timur juga dipengaruhi fenomena El Nino dengan kategori sedang, sehingga langkah percepatan tanam menjadi strategi untuk menghindari potensi gagal panen akibat kekeringan.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah juga memberikan dukungan berupa bantuan benih padi kepada petani. Varietas yang ditanam adalah Inpari 32 dan Inpari 45 yang dinilai sesuai dengan kondisi lahan di Kota Malang.

"Total benih yang disalurkan pada tahun anggaran 2026 mencapai 10.000 kilogram atau 10 ton. Harapannya, petani tidak lagi kesulitan dalam menyediakan benih untuk usaha taninya," ungkap Slamet.

Meskipun Kota Malang belum mampu mencukupi kebutuhan beras dari lahan sawah yang dimiliki dan masih harus mengandalkan kerja sama dengan daerah lain. Slamet berharap langkah ini tetap dapat menjaga sektor pertanian sebagai salah satu penopang ketahanan pangan daerah.


Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.