JAKARTA (Lentera) - Menteri Agama RI Nasaruddin Umar meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memperkuat program beasiswa bagi mustahik, sebagai upaya memutus rantai kemiskinan.
Menag mengatakan, kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan kekurangan materi, tetapi juga kemiskinan ilmu. Karena itu, Baznas diharapkan tidak hanya berfokus pada bantuan ekonomi, melainkan juga mengedepankan pendekatan pendidikan melalui program beasiswa yang lebih masif dan berkelanjutan.
"Dalam surat Al-Ma’un, miskin bukan hanya soal harta, tapi juga ilmu pengetahuan. Kita ingin masa depan di mana kemiskinan umat dapat diatasi melalui lahirnya generasi berilmu lewat program beasiswa yang masif," katanya dalam keterangan di Jakarta melansir Antara, Minggu (26/4/2026).
Menag Nasaruddin menilai, pemberian beasiswa bagi mustahik (kelompok yang berhak menerima zakat berdasarkan hukum Islam) hingga jenjang perguruan tinggi, menjadi langkah strategis dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Dengan pendidikan yang memadai, mustahik diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup dan keluar dari lingkaran kemiskinan.
Senada, Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Romo Muhammad Syafi'i mendorong Baznas RI untuk memperkuat program pemberdayaan umat, dengan mengoptimalkan pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai upaya mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
Ia menilai, pendekatan zakat harus bergeser dari sekadar bantuan karitatif menuju pemberdayaan yang berkelanjutan.
"Zakat tidak hanya untuk memberi, tetapi untuk mengangkat mustahik menjadi muzaki yang mandiri. Dengan demikian, lembaga zakat bukan sekadar institusi filantropi, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat," ujar Romo.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid memastikan penguatan program beasiswa menjadi bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia bagi mustahik.
Menurutnya, peningkatan kualitas SDM akan berdampak pada meningkatnya kemandirian penerima manfaat serta kepercayaan masyarakat terhadap Baznas.
Sodik juga mengatakan selama ini program pemberdayaan mustahik yang ada di Baznas sudah berjalan dengan baik.
"Baznas juga telah mengonsolidasikan kekuatan dengan berbagai pihak, seperti Tim Koperasi Merah Putih untuk pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta berkoordinasi dengan Menteri Desa dan Menteri Pertanian untuk optimalisasi penghimpunan dan pendistribusian," ungkapnya.
Editor: Arief Sukaputra




