Gubernur Khofifah Pastikan Pabrik Cairan Infus di Pasuruan Penuhi Kebutuhan Rumah Sakit di Jatim
PASURUAN (Lentera) – Dalam peresmian pabrik cairan infus line 4 PT Satoria Aneka Industri di Jalan Raya Kejayan-Puwosari KM 16 Sambisirah Selatan, Pasuruan, Selasa (28/4/2026), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yakin akan memenuhi kebutuhan cairan infus di lingkungan rumah sakit yang ada di Jatim terutama rumah sakit Pemprov Jawa Timur.
Gubernur Khofifah menyambut baik ekspansi industri farmasi yang memproduksi infus ini. "Kita sangat menyambut baik, terutama karena dari pabrik ini ada potensi kerjasama dengan 14 rumah sakit milik pemprov Jawa Timur untuk mendapatkan suplai infus," kata Khofifah.
Tidak hanya itu, suplai cairan infus juga bisa menjamin ketersediaan untuk seluruh tim manajemen rumah sakit di lingkungan Pemprov Jawa Timur. “Saya RSUD di lingkungan Pemprov Jatim akan menjadi pioner di lingkungannya masing-masing," ujarnya.
Lebih lanjut dia menandaskan Satoria Farma menjadi bagian penting dalam industri farmasi sekaligus penguat industri subtitusi impor. Obsesi tersebut dimulai zaman orde Baru, orde reformasi hingga kemudian melalui tangan dingin Pak Alim Satria yang menginisiasi bagaimana industri farmasi dirintis, dibesarkan dan terus dikembangkan dari Kabupaten Pasuruan.
"Jadi bukan hanya industri farmasinya tapi industri substitusi impor dan hilirisasi di banyak tempat, industri manufaktur yang kita kembangkan harapan kita semakin lama substitusi import bisa diinisiasi dan itu sudah dilakukan Pak Alim Satria melalui Satoria Farma. Mudah-mudahan terus tumbuh berkembang luas dan makin hebat makin hebat lagi," jelasnya.
Ke depan Khofifah berharap beroperasinya fasilitas line 4 Satoria meningkatkan kontribusinya dalam menjamin ketersediaan cairan infus nasional, menekan ketergantungan impor, serta memperkuat ketahanan kesehatan Indonesia dari Jawa Timur, terutama bagi masyarakat yang mengakses layanan melalui sistem Jaminan Kesehatan Nasional.
"Sesungguhnya seluruh energi anak bangsa memungkinkan untuk meningkatkan penyediaan farmasi dan bahan baku obat juga diproduksi di dalam negeri. Tentu harapan kita akan berseiring dengan penguatan Indeks Pembangunan Manusia terutama pada peningkatan kualitas derajat kesehatan masyarakat di Indonesia," jelasnya.
Sementara, CEO dan Founder PT Satoria Aneka Industri, Alim Satria mengatakan dalam perjalanan sejak tahun 2014 mendirikan perusahaan dan setelah 12 tahun kerja keras tanpa henti dengan berbagai tantangan kami berkembang dari nol hingga memiliki empat unit produksi kapasitas produksi tahunan kami dapat mencapai 230 juta botol per tahun.
"Sebagai pabrik infus terbesar di Indonesia pertumbuhan pasar infus di Indonesia serta kinerja pertumbuhan tahunan Satria Farma yang secara konsisten berada pada sekitaran 35% setiap tahunnya sehingga dipandang penting untuk terus melakukan ekspansi bisnis sekaligus memperkuat pondasi di sektor infus," ungkapnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengawas Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekusor dan zat adiktif BPOM RI, William Adi Teja menyambut baik perluasan line di Satoria Pharma karena kebutuhan cairan infus di Indonesia semakin terpenuhi. Setidaknya bisa melakukan ketahanan farmasi yang dimulai dari cairan infus.
"Saya berharap mendukung pemerintah dengan ketersediaan cairan infus dengan memperluas gedung yang memiliki 4 line sehingga ketahanan pangan farmasi Indonesia bisa kami penuhi," tutupnya. (*)
Editor : Lutfiyu Handi




