01 May 2026

Get In Touch

KSP Dudung Ancam Sikat Penyimpangan di Program MBG dan Sekolah Rakyat

Kepala Kantor Staf Presiden, Dudung Abdurachman. (foto: Kantor Staf Presiden)
Kepala Kantor Staf Presiden, Dudung Abdurachman. (foto: Kantor Staf Presiden)

JAKARTA (Lentera) - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Dudung Abdurachman, melontarkan peringatan akan "menyikat" habis penyimpangan yang terjadi di program prioritas Presiden, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat.

Dalam pernyataannya, Dudung menekankan KSP memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus sebagai pengawas terhadap jalannya program nasional.

"Termasuk program prioritas nasional dan program unggulan Bapak Presiden seperti MBG, Sekolah Rakyat dan sebagainya," ujar Dudung, dalam pembukaan Kongres VII Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) di Jakarta, mengutip Antara, Kamis (30/4/2026).

Disebutkannya, setiap laporan dari masyarakat akan menjadi perhatian serius, terutama jika berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program prioritas.

Tidak hanya sekadar mengawasi, Dudung memastikan akan mengambil tindakan jika ditemukan pelaksanaan program yang tidak sesuai. "Kalau tidak benar pelaksanaan di lapangan, akan saya babat nanti," tegasnya.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat tersebut juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas pelaksanaan program agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat luas, bukan justru disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.

Selain membahas pengawasan program, Dudung turut mengingatkan pentingnya wawasan kebangsaan sebagai fondasi utama ketahanan nasional.

Ia menilai kondisi global saat ini yang dipenuhi konflik menjadi pengingat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia harus terus dijaga, terutama di tengah keberagaman suku, agama, dan golongan.

Lebih lanjut, Dudung juga menyoroti maraknya penyebaran informasi menyesatkan di media sosial yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Menurutnya, informasi yang terus diulang, meskipun tidak benar, dapat membentuk persepsi seolah-olah itu adalah kebenaran.

"Oleh karenanya mari mata dan telinga kita pasang untuk tetap mendengar dan melihat hal-hal yang positif, tidak terbawa informasi yang menyesatkan," katanya.

Editor: Santi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.