MENTERI Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengumumkan kondisi Pantai Utara (Pantura) Jawa kritis. Pemicunya, tekanan ganda berupa penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan laut. Laju penurunan tanah mencapai 1–20 cm per tahun, dengan Jakarta dan Semarang sebagai wilayah paling terdampak. Dampak jadi pelanggan banjir pun sudah tampak nyata.Kondisi lebih parah terjadi di Tuban, Jawa Timur yang mencatat penurunan tanah hingga 130–150 cm dalam dua hingga lima tahun. Ancaman ini tidak hanya berpotensi merusak permukiman dan infrastruktur serta memicu krisis air, tetapi juga dapat mengguncang perekonomian nasional. Diketahui, kawasan Pantura menyumbang sekitar 27,53% atau US$368,37 miliar terhadap PDB Indonesia. Selain itu, sekitar 55 juta penduduk tinggal di 20 kabupaten dan lima kota di wilayah Pantura Jawa. Bahkan, sekitar 26 persen di antaranya menetap di kawasan pesisir yang paling rentan terdampak. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lenteratoday.com/upload/Epaper/05052026.pdf




.jpg)