06 May 2026

Get In Touch

Blusukan ke Puncu Kediri, Mas Dhito Bantu Modal Usaha hingga Beasiswa

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana saat blusukan di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri mengunjungi keluarga keluarga Bunga Febriana yang harus berhenti sekolah, karena merawat ibunya sakit stroke, Selasa (5/5/2026).
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana saat blusukan di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri mengunjungi keluarga keluarga Bunga Febriana yang harus berhenti sekolah, karena merawat ibunya sakit stroke, Selasa (5/5/2026).

KEDIRI (Lentera) - Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana blusukan ke wilayah Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri untuk mengetahui kondisi warganya yang masuk Desil 1-4, sekaligus memberikan beberapa bantuan mulai peralatan sekolah, modal usaha, perbaikan rumah hingga beasiswa.  

Kunjungan Bupati Kediri yang biasa disapa Mas Dhito, Selasa (5/5/2026) siang itu menjadi rangkaian kegiatan blusukannya, untuk mengetahui kondisi riil warganya terutama mereka yang berada di Desil 1-4. Salah satunya, Alza Oktaviana bocah berkebutuhan khusus yang mengalami gangguan pada penglihatan.

Bocah berusia 12 tahun kelas 5 SD Sekolah Luar Biasa (SLB) PGRI Puncu yang kesehariannya tinggal bersama kakeknya, Mari di Dusun Ringinbagus, Desa Manggis, Kecamatan Puncu. 

Kakek Mari, kesehariannya mencari nafkah dari jualan sayuran untuk biaya hidup bersama anak gadisnya Niha,19, dan Alza, cucunya. Sayuran yang didapat dari ladang itu, biasanya dijual di sekitaran sekolah SLB sembari menunggu cucunya.

Kondisi rumah yang ditempati pun sederhana, meski sudah berdinding batako tanpa plester dan atap rumah banyak yang bocor. Hal itu diketahui Mas Dhito, saat berkunjung untuk menjenguk Alza kemarin.

Kakek Mari menyebut, cucunya itu bagian mata sebelah tidak bisa melihat jelas karena sakit sewaktu kecil. Meski dengan keterbatasan yang ada, Alza yang ditinggal ayahnya merantau di Kalimantan itu disebut punya prestasi bidang menyanyi.

"Anaknya ini lahir di Kalimantan, dulu waktu kecil sakit step," terang Kakek Mari.

Didampingi Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji dan Komandan Kodim 0809/Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah, Mas Dhito mengobrol, bersama Kakek Mari sambil mengecek kondisi rumah yang ditempati.

"Tadi kami cek atapnya beberapa banyak yang bolong-bolong, jadi kalau hujan airnya masuk ke dalam rumah dan itu akan kita perbaiki," kata Mas Dhito.

Kedatangan Mas Dhito itu pun menarik perhatian Alza, yang terlihat menempel ketika orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu berbicara dengan kakeknya. 

Oleh Mas Dhito, Alza diberikan bantuan perlengkapan sekolah. Mas Dhito pun mengaku, akan memberikan bantuan modal usaha dan sepeda bagi Kakek Mari yang bisa dijadikan sarana ketika mau berjualan sayuran.

Begitupula untuk Niha yang baru saja lulus SMK, dibantu mencarikan pekerjaan. Gadis itu pun akan bekerja di warung sate yang masih dalam satu wilayah Kecamatan, dan tak begitu jauh dari rumahnya. 

"Alhamdulilah mulai besuk bisa mulai bekerja," ungkap Mas Dhito.

Mas Dhito mengaku akan menebus biaya pendidikan Niha yang dimungkinkan tertunda karena gadis itu khawatir ijazahnya akan ditahan. Mas Dhito pun menyebut, pendidikan menjadi salah satu pelayanan dasar yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kediri.

"Saya juga menghimbau bagi seluruh warga Kabupaten Kediri yang tidak mampu dan ijazahnya masih ditahan oleh pihak sekolah tolong dilaporkan kepada Dinas Pendidikan," pesan Mas Dhito.

Selanjutnya, di Dusun Sumber Bahagia, Desa Gadungan, Kecamatan Mas Dhito juga mengunjungi keluarga Bunga Febriana, anak berusia 16 tahun yang harus merelakan mimpinya tidak melanjutkan sekolahnya, karena merawat sang Ibu, Zainul Sarpianik (58) sedang mengalami stroke.

Keputusan Bunga tersebut bukan sekadar karena merawat sang ibu, namun juga karena keterbatasan biaya. Hal ini terjadi ketika saat pertama Sarpianik sakit, Suyanto  (ayah Bunga) memutuskan untuk menjual rumahnya pada tahun 2023 lalu, sekaligus menguras tabungan dari hasil usahanya demi pengobatan Sarpianik. 

Dengan keterbatasan yang ada, Bunga harus memilih tidak melanjutkan sekolah di SMK YP 17 Pare sejak November 2025. Meski demikian, dalam benaknya Bunga masih memiliki harapan besar untuk bisa melanjutkan sekolah. 

Hal ini diketahui saat Mas Dhito mendatangi rumahnya, bunga mengaku masih bertekad untuk melanjutkan sekolahnya. 

"Sekolah lagi ya nduk nanti Bulan Juli," tutur Mas Dhito pada Bunga. 

Dengan semangat, anak jurusan Desain Komunikasi dan Visual di sekolahnya itu tidak menolak permintaan orang nomor satu di Kabupaten Kediri tersebut untuk kembali mengenyam pendidikan di SMK yang sama. 

"Nggih mau," kata Bunga. 

Mas Dhito memang sengaja datang langsung menemui Bunga, untuk menggugah semangatnya. Terkait biaya sekolah, Mas Dhito berjanji akan memberikan Bunga beasiswa sekaligus memberikan modal usaha, kepada sang ayah untuk membuka warung sehingga bisa berjualan sembari menjaga ibunya. 

Mas Dhito mengatakan, pihaknya tidak menginginkan ada anak-anak di wilayahnya putus sekolah, karena alasan biaya. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri berkomitmen untuk terus menjaga, agar anak-anak putus sekolah bisa kembali lagi mengenyam pendidikan seperti halnya Bunga. 

Dengan kedatangan Mas Dhito tersebut, Bunga dipastikan akan kembali ke sekolah. Dengan pemberian beasiswa itu, Mas Dhito berharap Bunga bisa menyelesaikan sekolahnya hingga lulus. 

"Adik Bunga kita masukkan lagi ke sekolah, bantuan modal usaha juga kita berikan kepada bapaknya adik Bunga karena (beliau) masih ingin bekerja sambil menjaga istrinya," imbuh Mas Dhito.

 

 

Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.