08 May 2026

Get In Touch

KPK Akan Kaji Anggaran Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp27 Miliar

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo (foto: ist/Kompas)
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo (foto: ist/Kompas)

JAKARTA (Lentera) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengkaji polemik anggaran pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat (SR) yang disebut mencapai Rp27 miliar.

"KPK juga sudah masuk dalam kerangka pencegahan dengan melakukan kajian terkait program Sekolah Rakyat, sehingga informasi-informasi ini tentu akan menjadi pengayaan bagi tim," ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, mengutip Kompas, Kamis (7/5/2026).

Ditegaskannya, apabila dalam tahapan pengadaan ditemukan ruang rawan korupsi, maka hasil kajian KPK diharapkan dapat menjadi instrumen mitigasi sejak awal.

"Oleh karena itu, KPK tentunya terbuka dalam kerangka pencegahan untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan pihak mana pun. Karena kalau bicara pencegahan, KPK tidak bisa sendiri," katanya.

Anggaran Sepatu Rp27 Miliar Jadi Sorotan

Sebelumnya, publik dihebohkan dengan kabar pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat yang disebut mencapai Rp27 miliar.

Menanggapi polemik tersebut, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan angka Rp27 miliar masih berupa perencanaan awal, bukan nilai final pengadaan.

Menurutnya, proses pengadaan nantinya akan dilakukan melalui mekanisme lelang terbuka sehingga nilai realisasi dipastikan lebih rendah dibandingkan pagu awal yang disusun pemerintah.

"Proses pengadaan ini dilelang secara terbuka dan nanti hasilnya pasti lebih murah dari perencanaannya," kata Gus Ipul saat ditemui di lokasi proyek Sekolah Rakyat Kedung Cowek, Surabaya, Senin (4/5/2026).

Pihaknya juga menepis anggapan harga sepatu siswa mencapai Rp700 ribu per pasang sebagaimana ramai diperbincangkan di media sosial. "Kalau sekarang disebut Rp700 ribu, nanti bisa hasilnya jauh di bawah itu," ujarnya.

Gus Ipul mengaku telah mengingatkan seluruh jajaran di Kementerian Sosial agar tidak bermain-main dalam proses pengadaan barang program Sekolah Rakyat.

"Saya sudah sampaikan kepada para penanggung jawab, tidak boleh ada lobi, titipan, rekayasa, tidak boleh ada hal-hal menyimpang dalam proses pengadaan," tegasnya.

Foto Bersama Khofifah Turut Picu Polemik

Polemik anggaran sepatu Sekolah Rakyat semakin ramai setelah beredar foto Gus Ipul bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang menunjukkan pembagian sepatu kepada siswa.

Foto tersebut kemudian dikaitkan dengan isu pengadaan sepatu bernilai miliaran rupiah, meski sepatu yang terlihat dalam foto disebut hanya bernilai sekitar Rp100 ribuan.

Menanggapi hal itu, Gus Ipul menegaskan sepatu dalam foto tersebut bukan bagian dari pengadaan Kemensos, melainkan bantuan pribadi dari Khofifah kepada siswa Sekolah Rakyat.

"Jadi bukan itu yang dimaksud sepatu Sekolah Rakyat. Itu diberikan kepada siswa oleh Gubernur Jawa Timur, bukan pengadaan dari Kemensos," jelasnya.

Ia mengaku memahami kebingungan publik karena narasi yang berkembang di media sosial dianggap mencampuradukkan bantuan pribadi dengan proyek pengadaan pemerintah.

"Di media sosial itu fotonya apa, programnya apa, jadi orang bingung. Jadi fitnah ke mana-mana," ucap Gus Ipul.

Lebih lanjut, ia menegaskan pabrik pembuat sepatu yang ramai disebut di media sosial juga tidak memiliki hubungan kerja sama dengan Kemensos dalam program tersebut. "Pabrik sepatunya sampai klarifikasi, 'Saya enggak ikut-ikut.' Ya memang enggak ikut," tuturnya.

Editor: Santi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.