10 May 2026

Get In Touch

Erupsi Gunung Dukono Telan Korban, 2 Warga Singapura Dilaporkan Tewas

Evakuasi dua pendaki korban erupsi Gunung Api Dukono, Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026). (foto: ist/Kompas)
Evakuasi dua pendaki korban erupsi Gunung Api Dukono, Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026). (foto: ist/Kompas)

HALMAHERA (Lentera) - Erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026), dilaporkan menelan korban jiwa. Dua warga negara asing (WNA) asal Singapura disebut meninggal dunia saat berada di kawasan gunung api aktif tersebut.

"Iya itu sesuatu laporan data yang Basarnas dapat. Namun, kepastian A1-nya nanti tim sudah tiba di lokasi dan memastikan langsung," ujar Kabag Humas Basarnas Ternate, Iksan M Nur, melansir Kompas, Jumat (8/5/2026).

Erupsi gunung api aktif tersebut dilaporkan mencapai ketinggian sekitar 10.000 meter dan memicu proses evakuasi darurat terhadap para pendaki di lokasi.

Informasi awal mengenai korban diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate melalui laporan tim SAR di lapangan. Dua korban meninggal dunia diketahui merupakan WNA asal Singapura bernama Timo dan Sahnas.

Berdasarkan data sementara yang diperoleh Basarnas, total terdapat 20 orang dalam rombongan pendaki yang terdampak erupsi Gunung Dukono. Sebanyak 15 orang dilaporkan berhasil dievakuasi ke lokasi aman.

Sementara itu, selain 2 korban meninggal dunia, satu orang lainnya dilaporkan hilang. Dua pendaki lain masih berada di kawasan puncak gunung untuk melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.

Dalam rilis resmi Kantor SAR Ternate, Basarnas Command Center (BCC) sebelumnya menerima sinyal darurat atau SOS dari perangkat Garmin pada koordinat 1°42’13.7”N 127°52’50.2”E yang berada di kawasan Gunung Dukono.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menyebut laporan tersebut telah dikonfirmasi oleh Kepala Desa Mamuya. "Laporan tersebut selaras dan telah dikonfirmasi oleh Kepala Desa Mamuya," ujar Iwan dalam keterangannya.

Menurut Iwan, Kepala Desa Mamuya melaporkan adanya sejumlah pendaki yang mengalami luka-luka akibat terdampak aktivitas erupsi Gunung Dukono. Pemerintah desa kemudian secara resmi meminta bantuan evakuasi kepada Basarnas.

"Menindaklanjuti insiden darurat tersebut, Kepala Desa Mamuya secara resmi meminta bantuan SAR untuk proses evakuasi para korban," katanya.

Merespons laporan tersebut, tim Rescue Pos SAR Tobelo bersama unsur potensi SAR langsung diberangkatkan menuju Posko Pengamatan Gunung Dukono pada pukul 09.56 WIT.

Tim SAR gabungan kemudian bergerak menuju lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik di kawasan gunung.

"Hingga saat ini, Tim SAR gabungan masih terus berupaya menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi korban," ungkap Iwan.

Editor: Santi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.