15 May 2026

Get In Touch

Ditolak India, Kapal LNG Rusia Terombang-ambing di Dekat Singapura

Kapal Tanker LNG Rusia. (REUTERS)
Kapal Tanker LNG Rusia. (REUTERS)

JAKARTA (Lentera) - Penolakan India terhadap gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) asal Rusia, membuat sebuah kapal tanker bermuatan 138.200 meter kubik LNG kini terombang-ambing di perairan dekat Singapura setelah gagal membongkar muatannya di India.

Mengutip Detik berdasarkan laporan Reuters, Rabu (13/5/2026), kapal tanker Rusia bernama Kunpeng itu mengangkut LNG dari terminal Portovaya di Rusia. Terminal tersebut masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat (AS) terkait invasi Rusia ke Ukraina.

Semula, kapal tersebut dijadwalkan bersandar di terminal impor LNG Dahej, Gujarat, India bagian barat, pada pertengahan April 2026. Namun, otoritas India tidak memberikan izin bongkar muat karena kargo berasal dari proyek energi yang terkena sanksi internasional.

"Keengganan India menyebabkan kargo LNG dari pabrik Portovaya di Laut Baltik yang dikenai sanksi AS tidak dapat dibongkar, meskipun India sempat tercantum sebagai tujuan pengiriman," ujar salah satu sumber yang mengetahui persoalan tersebut kepada Reuters.

Sikap New Delhi menunjukkan kehati-hatian India dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan memperoleh energi dengan harga murah dan upaya mempertahankan hubungan strategis dengan Washington.

Keputusan ini juga menjadi tantangan baru bagi Rusia yang tengah berupaya mencari pasar alternatif setelah ekspor energinya ke Eropa terus menyusut akibat sanksi Barat.

Menurut sumber Reuters, Rusia sempat mencoba menyamarkan asal-usul kargo tersebut dengan dokumentasi yang menyebut muatan bukan berasal dari Rusia.

Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Data pelacakan satelit dan sistem navigasi global tetap mampu mengidentifikasi bahwa LNG tersebut berasal dari terminal Portovaya.

"Kapal tersebut tetap terlacak meskipun dokumen menyatakan kargo itu bukan berasal dari Rusia," kata sumber yang enggan disebutkan namanya.

Berbeda dengan minyak mentah yang dapat dipindahkan melalui transfer antar kapal (ship-to-ship transfer) di tengah laut untuk menyamarkan asal-usulnya, pengiriman LNG jauh lebih sulit disembunyikan karena memerlukan fasilitas khusus dan pengawasan yang ketat.

Berdasarkan data LSEG, Kunpeng saat ini berada di perairan dekat Singapura dan belum mengumumkan pelabuhan tujuan berikutnya.

Sementara itu, pembicaraan antara Rusia dan India mengenai kemungkinan penerimaan kargo LNG dari proyek-proyek yang tidak terkena sanksi masih terus berlangsung.

Rusia diketahui terus mendorong tercapainya kontrak jangka panjang untuk memasok LNG dan pupuk ke India sebagai bagian dari strategi mengalihkan pasar ekspor yang sebelumnya bergantung pada Eropa.

Di sisi lain, India tetap membuka peluang untuk membeli LNG Rusia, tetapi hanya dari proyek yang tidak tercantum dalam daftar sanksi internasional. 

Editor: Santi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.