GAZA (Lentera) -Masih belum ada tanda-tanda jelas kapan Gaza bakal dibangun kembali. Sambil menunggu, warga yang rumahnya hancur akibat perang mulai berpikir keras. Mereka berusaha bertahan dengan cara apa pun, sekalipun itu berarti harus kembali ke cara-cara tradisional yang sangat sederhana.
Seperti yang terlihat dalam sebuah video yang viral. Seorang warga Gaza menunjukkan rumah yang ia buat sendiri. Bukan dari beton atau baja, melainkan dari lumpur dan puing-puing rumah lamanya yang dulu megah.
“Langkah ini saya ambil setelah rasanya capek terus mengungsi, pindah dari satu tempat ke tempat lain, termasuk di al-Mawasi,” katanya kepada Al-Jazeera.
Ia menceritakan, rumah aslinya dulu tiga lantai, setiap lantai ada dua apartemen. Kini, semua tinggal kenangan.
“Sisa-sisa rumah itulah yang saya pakai sekarang. Lumpur, batu bata bekas, semuanya dari puing rumah sendiri,” katanya.
Ia mengaku sebenarnya tidak mau begini. Tapi karena rekonstruksi tak kunjung jelas dan tak ada kabar pasti kapan bantuan datang, ia memutuskan untuk bergerak sendiri.
“Daripada tidak punya tempat tinggal sama sekali, lebih baik saya bangun sendiri pelan-pelan. Hari demi hari, batu demi batu saya kumpulkan,” tambahnya, dikutip minanes, Jumat (15/5/2026).
Video ini jadi potret kecil dari kenyataan pahit yang dihadapi ribuan warga Gaza. Hingga kini, belum ada rencana pembangunan ulang yang sistematis. Bantuan masih tersendat. Akibatnya, banyak orang terpaksa jadi ‘tukang dadakan’ untuk sekadar punya atap dari tanah liat (*)
Editor: Arifin BH




