SURABAYA (Lentera) –Di tengah proses penanganan kebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr Soetomo Surabaya pada Jumat (15/5/2026), satu pasien kritis dilaporkan meninggal dunia.
Direktur RSUD Dr. Soetomo, Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, dr., Sp.DVE., Subsp.DAI., FINS-DV., FAADV., MARS mengatakan, pasien tersebut bukan meninggal akibat paparan asap kebakaran, melainkan karena kondisi kesehatannya yang memang sudah sangat kritis.
Menurutnya, pasien sebelumnya telah menggunakan dukungan alat medis untuk menopang tiga organ vital sekaligus, yakni paru-paru, jantung, dan ginjal.
“Kondisi pasien sudah tersupport oleh tiga organ, yaitu paru-paru, jantung, dan ginjal. Pasien juga sedang on the way untuk cuci darah,” ujar Prof Cita saat konferensi pers, Jumat (8/5/2026).
Ia mengaskan, selama proses evakuasi berlangsung alat bantu medis pasien tetap terpasang dan tidak sempat terputus.
“Bukan karena asap, karena semuanya tersupport oleh mesin. Pada waktu dievakuasi pun support mesin tidak diputus,” tegasnya.
Selain korban meninggal, sebanyak 37 pasien lain turut dievakuasi setelah asap muncul di lantai lima Gedung PPJT. Seluruh pasien kemudian dipindahkan ke area aman di lingkungan RSUD dr Soetomo.
“Semua sudah tidak ada di lokasi sejak satu jam setelah kejadian karena area masih cukup riskan dimasuki,” jelasnya.
Terkait sumber munculnya asap, pihak rumah sakit belum dapat memastikan penyebab kejadian dan masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut.
Asap pertama kali diketahui muncul di area farmasi lantai lima yang juga berdekatan dengan ruang operasi dan cath lab. “Itu lokasi ada di ruang farmasi, tapi kami belum tahu penyebabnya,” kata Prof Cita.
Saat ini area kejadian masih disterilkan untuk kepentingan penyelidikan oleh petugas pemadam kebakaran dan kepolisian. Manajemen RSUD dr Soetomo mengaku siap mendukung penuh proses investigasi.
“Kami sangat terbuka untuk memfasilitasi apapun yang diperlukan pihak damkar maupun kepolisian,” pungkasnya.
Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH




