JOMBANG (Lentera) - Bus Sudiro Tunggal Jaya nomor polisi AE-7264-UP terguling di ruas jalan Tol Jombang-Mojokerto (Jomo) KM 686 + 700 jalur A, Kamis (21/4/2026) pagi. Tidak ada korban jiwa, namun kecelakaan tunggal tersebut mengakibatkan 9 orang mengalami luka-luka dan segera dilarikan RSUD Jombang.
Kanit PJR Jatim III, AKP Sudirman, menjelaskan kecelakaan bermula saat bus yang dikemudikan oleh Andi Awan Prabowo (37), warga Unggulrejo, melaju dari arah Magetan dengan tujuan akhir Surabaya menggunakan lajur cepat.
"Setiba di KM 686 + 700 jalur A ruas tol Jombang-Mojokerto, diduga pengemudi mengantuk sehingga kendaraan oleng ke kanan. Bus kemudian terperosok ke parit median tengah dan menabrak beton,” ujarnya.
Benturan keras pada pembatas beton tersebut membuat bus tidak terkendali hingga akhirnya terguling. “Kendaraan bus tersebut terguling dan menabrak pagar pengaman (wire rope) sehingga posisi akhir badan bus melintas sampai ke Jalur B (jalur berlawanan),” imbuhnya.
Akibat kecelakaan tunggal ini, sebanyak 9 orang mengalami luka-luka, dengan rincian 5 orang mengalami luka berat (LB) dan 4 orang mengalami luka ringan (LR). Berikut adalah data korban luka dalam kecelakaan bus tersebut:
Luka Berat (LB):
Pengemudi bus (Andi Awan Prabowo) serta empat orang penumpang bernama Sugeng (38) asal Madiun, Alfian (38) asal Menur Surabaya, Suyono (52) asal Kutisari Surabaya, dan Seindah Mawarni (53) asal Dukuh Kupang Surabaya.
Luka Ringan (LR):
Kondektur bus bernama Nur Yasin (35) asal Geneng Ngawi, serta tiga orang penumpang bernama Fitriana (60) asal Magetan, Primson (49) asal Gubeng Surabaya, dan Ayu Dyah Siti Maisaroh (31) asal Magetan.
Sementara itu, pihak kepolisian memastikan sebanyak 8 penumpang lainnya yang terdaftar pada manifes bus dilaporkan dalam kondisi selamat tanpa luka sedikit pun.
Petugas PJR Jatim III bersama pengelola jalan tol yang tiba di lokasi langsung melakukan evakuasi terhadap para korban luka menuju rumah sakit terdekat untuk penanganan medis. Bangkai bus sudah dievakuasi ke Satlantas Polres Jombang.
Reporter: Sutono Abdillah/Editor: Santi




