JAKARTA (Lentera) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Iran. Trump menegaskan pihaknya akan bergerak dalam hitungan hari jika Teheran gagal memberikan jawaban yang "100 persen memuaskan" dalam perundingan mengenai kesepakatan yang tengah berlangsung.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Rabu (20/5/2026) waktu setempat, saat ditanya mengenai kemungkinan serangan militer terhadap Iran.
"Situasinya benar-benar berada di ambang batas. Percayalah, jika kami tidak mendapatkan jawaban yang tepat, semuanya akan berjalan sangat cepat," kata Trump, mengutip Antara, Kamis (21/5/2026).
Trump juga mengisyaratkan dalam skenario terburuk, langkah militer dapat dilakukan hanya dalam hitungan hari.
Meski mengeluarkan ancaman tegas, Trump tetap menyampaikan optimisme terhadap proses diplomasi yang sedang berjalan. Ia menyebut para perunding Iran sebagai pihak yang cakap dan menunjukkan kemampuan negosiasi yang mengesankan.
"Kami berurusan dengan orang-orang yang sangat baik dan berbakat. Kami cukup terkesan dengan cara mereka berpikir," katanya.
Sehari sebelumnya, Selasa (19/5/2026), Trump menyatakan Amerika Serikat dapat melancarkan serangan baru terhadap Iran paling cepat pada 22 Mei atau awal pekan depan apabila tidak ada terobosan dalam perundingan.
Namun, pada Senin (18/5/2026), ia mengungkapkan telah menunda rencana serangan setelah menerima permintaan dari Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Menurut Trump, ketiga negara Teluk tersebut meminta Washington memberi kesempatan bagi negosiasi serius yang dinilai berpotensi menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima oleh Amerika Serikat.
Ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran pada 28 Februari 2026.
Sebagai upaya meredakan konflik, Amerika Serikat dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April 2026.
Namun, perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan. Trump kemudian memutuskan memperpanjang masa gencatan senjata guna memberikan waktu tambahan bagi Iran untuk mengajukan proposal yang disebutnya sebagai proposal terpadu.
Editor: Santi




