21 May 2026

Get In Touch

Tingginya Antrean Poli Jantung RSUD dr. Soedomo Jadi Perhatian DPRD Trenggalek

Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin, saat memberikan keterangan terkait tingginya antrean pasien di Poli Jantung RSUD dr Soedomo, di ruang DPRD Trenggalek
Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin, saat memberikan keterangan terkait tingginya antrean pasien di Poli Jantung RSUD dr Soedomo, di ruang DPRD Trenggalek

TRENGGALEK (Lentera) -Komisi IV DPRD Trenggalek menyoroti tingginya beban pelayanan dokter spesialis jantung di RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Persoalan tersebut mengemuka dalam rapat kerja antara Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen rumah sakit.

Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin, mengatakan pihaknya menerima banyak keluhan masyarakat terkait pelayanan di poli spesialis jantung.

Menurutnya, jumlah pasien yang ditangani dokter spesialis jantung saat ini sudah sangat berlebihan dan perlu segera dicarikan solusi.

“Ini luar biasa sampai 200 lebih pasien didiagnosa oleh satu dokter. Paginya praktik di Ponorogo, kemudian melayani di Trenggalek sampai malam bahkan dini hari,” ujar Sukarodin.

Ia menilai kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas pelayanan dan ketepatan diagnosis dokter kepada pasien.

“Kalau seorang dokter harus memeriksa lebih dari 100 pasien sehari, tentu ini tidak masuk akal. Bagi kami ini sangat memprihatinkan dan tidak boleh terjadi,” katanya.

Politisi PKB itu menegaskan, pelayanan kesehatan harus tetap memperhatikan kualitas pemeriksaan dan kondisi tenaga medis agar pasien mendapatkan pelayanan yang optimal.

Menurut Sukarodin, idealnya satu dokter spesialis menangani maksimal 40 pasien dalam sehari agar pemeriksaan bisa dilakukan lebih detail dan akurat.

“Kalau pasiennya di atas 40 ya dokter spesialisnya harus dua. Kalau lebih dari 90 pasien maka harus tiga dokter,” jelasnya.

Ia menambahkan, dokter juga merupakan manusia yang memiliki keterbatasan tenaga dan konsentrasi saat melayani pasien dalam jumlah besar.

“Ketika dokter tahu pasiennya sampai 100 lebih, tentu ada tekanan psikologis juga. Mereka pasti panik karena harus memeriksa begitu banyak pasien,” ungkapnya.

Karena itu, Komisi IV DPRD Trenggalek meminta RSUD dr. Soedomo segera melakukan penambahan dokter spesialis, khususnya untuk poli jantung.

Sukarodin menyebut penambahan dokter dapat dilakukan melalui perekrutan ASN maupun kerja sama atau MOU dengan dokter spesialis dari luar daerah.

“Kalau belum bisa mencari ASN, ya bisa melalui MOU dan pembiayaannya melalui BLUD,” tegasnya.

Ia optimistis penambahan tenaga dokter spesialis dapat dilakukan apabila pengelolaan keuangan BLUD dimanfaatkan secara maksimal untuk peningkatan pelayanan masyarakat.

Komisi IV DPRD Trenggalek berharap persoalan antrean panjang dan tingginya beban dokter spesialis di RSUD dr. Soedomo dapat segera diatasi sehingga pelayanan kesehatan masyarakat menjadi lebih baik. (Adv)

Reporter: Herlambang|Editor: Arifin BH

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.