22 May 2026

Get In Touch

Komisi E DPRD Jatim Dukung Penyaluran Lulusan SMK ke Luar Negeri

Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno
Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno

SURABAYA (Lentera) -Komisi E DPRD Jawa Timur mendukung penuh program penyaluran lulusan SMK dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) ke luar negeri melalui Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) SMK yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama pemerintah pusat.

Dukungan tersebut disampaikan Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, usai menghadiri Pelepasan 3.000 Lulusan SMK dan 600 Lulusan LKP Bekerja di Luar Negeri serta peluncuran Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) SMK di Gedung Islamic Center Surabaya.

Peluncuran program dilakukan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Sri Untari menilai penggunaan APBD Jawa Timur dalam sektor pendidikan mulai menunjukkan hasil nyata, khususnya dalam membuka peluang kerja bagi lulusan SMK yang selama ini identik dengan tingginya angka pengangguran terbuka.

“APBD Jawa Timur itu mampu memberikan sebuah outcome ya, hasil yang maksimal untuk lulusan SMK yang selama ini kita selalu mengatakan pengangguran itu selalu terbuka dari SMK,” ungkap Sri Untari, Kamis (21/05/2026).

Politisi PDI Perjuangan tersebut menyebut kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Timur berhasil membuka kesempatan kerja luar negeri bagi ribuan lulusan SMK asal Jawa Timur.

“Ternyata hari ini kita melihat kolaborasi Pemerintah Jawa Timur dan pusat menghasilkan 4.960 anak-anak SMK dari Jawa Timur yang bisa dikirim ke berbagai negara tadi itu,” ujarnya.

Selain itu, Sri Untari juga mendorong adanya kerja sama lanjutan dengan Bank Jatim guna mendukung pembiayaan peserta program SMK 3+1.

“Nanti bisa cek sendiri, tahun ini. Bisa cek sendiri ya. Tadi saya sarankan di 3+1, satunya itu kan sementara masih dibiayai oleh pemerintah pusat, nanti kan itu bisa kerjasama dengan Bank Jatim,” ucap dia.

Menurutn Sri Untari, keterlibatan Bank Jatim dapat membantu peserta program memiliki kesiapan finansial saat bekerja di luar negeri.

“Sebagai banknya Jawa Timur, untuk supaya anak-anak nanti kalau pergi ke sana ada pegang uang saku, pegang ini, yang semuanya itu bisa kita kolaborasikan. Bank Jatim dapat manfaat, anak-anak juga dapat manfaat, jadi berangkat biar nggak kosong,” terangnya.

Karena itu, Komisi E DPRD Jawa Timur memastikan dukungan penuh terhadap program tersebut karena dinilai memberikan manfaat besar bagi lulusan SMK.

“Saya memberikan support ini sepenuhnya karena bagus. Jadi kita mesti harus memberikan supporting pada hal-hal yang memiliki implikasi yang benar-benar bermanfaat bagi anak-anak kita,” imbuhnya.

Sri Untari juga menilai anggaran pendidikan yang dialokasikan Pemprov Jawa Timur telah memberikan dampak positif terhadap pengembangan sumber daya manusia.

“Jadi anggaran kita gelontorkan sampai Rp9 triliun itu ada manfaatnya yang luar biasa,” tambahnya.

Lebih lanjut, Komisi E DPRD Jawa Timur dijadwalkan menggelar rapat kerja bersama Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aris Agung Paewai untuk membahas detail pelaksanaan program tersebut.

“Nanti kami akan hari Jumat, raker dengan Pak Aris. kami akan minta perincian seperti apa proses dan sebagainya,” katanya.

Sri Untari berharap program penempatan kerja luar negeri bagi lulusan SMK terus diperluas agar mampu membuka peluang dan harapan baru bagi generasi muda Jawa Timur.

“Iya, kita akan supporting itu, biar anak-anak kita lulusan SMK itu punya harapan. Tidak hanya kemudian kerja di dalam negeri saja, juga bisa pergi ke luar negeri dengan kapasitas bahasa, penghasilan yang lebih baik, mereka juga bisa jadi Duta Bangsa, Duta Provinsi juga,” pungkasnya.

Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.