24 May 2026

Get In Touch

Keberangkatan Haji Nonprosedural 13 WNI Digagalkan Imigrasi Bali, Grup WhatsApp Jadi Bukti

Petugas Imigrasi Ngurah Rai menunda keberangkatan 13 WNI di Terminal Keberangkatan Internasional Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, pada Jumat (22/5/2026) (DOKUMENTASI IMIGRASI NGURAH RAI)
Petugas Imigrasi Ngurah Rai menunda keberangkatan 13 WNI di Terminal Keberangkatan Internasional Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, pada Jumat (22/5/2026) (DOKUMENTASI IMIGRASI NGURAH RAI)

DENPASAR (Lentera)n -Upaya 13 Warga Negara Indonesia (WNI) untuk berangkat haji melalui jalur nonprosedural digagalkan petugas Imigrasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (22/5/2026).

Rombongan tersebut semula hendak terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Dubai.

Kecurigaan petugas muncul saat pemeriksaan dokumen dan tujuan perjalanan para penumpang dinilai tidak jelas.

Modus keberangkatan ilegal itu akhirnya terbongkar setelah notifikasi grup WhatsApp bertajuk “Hebat Haji 2026” muncul di layar telepon salah satu anggota rombongan.

Peristiwa bermula ketika petugas Imigrasi Ngurah Rai melakukan pemeriksaan rutin terhadap tujuh WNI yang akan berangkat menuju Kuala Lumpur.

Saat pemeriksaan berlangsung, petugas menemukan ketidakjelasan terkait tujuan perjalanan serta tidak adanya visa yang sesuai dengan rencana keberangkatan mereka.

Dari pemeriksaan awal itu, petugas kemudian mengetahui adanya enam orang lain yang tergabung dalam rombongan yang sama. Total 13 orang tersebut selanjutnya dibawa untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Keterangan berbeda picu kecurigaan petugas Imigrasi

Dalam proses pemeriksaan mendalam, petugas menemukan sejumlah perbedaan keterangan dari masing-masing anggota rombongan terkait tujuan perjalanan mereka. Kondisi tersebut semakin menguatkan dugaan adanya upaya keberangkatan nonprosedural.

Modus itu akhirnya terungkap ketika salah seorang penumpang mencoba menunjukkan tiket kepulangan ke Indonesia melalui telepon selulernya. Namun, di saat bersamaan muncul notifikasi percakapan dari grup WhatsApp bernama “Hebat Haji 2026”.

Petugas kemudian mendalami isi percakapan dalam grup tersebut. Hasil penelusuran menemukan indikasi kuat bahwa rombongan tersebut sebenarnya berencana menuju Dubai untuk melaksanakan ibadah haji tanpa mengikuti prosedur resmi.

Rencana keberangkatan itu bahkan disamarkan dengan berbagai cara. Dalam percakapan grup ditemukan instruksi agar anggota keluarga tidak ikut mengantar ke bandara guna menghindari kecurigaan petugas.

Imigrasi tunda keberangkatan seluruh rombongan

Atas temuan tersebut, pihak Imigrasi langsung menunda keberangkatan seluruh anggota rombongan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menegaskan pihaknya akan terus memperketat pengawasan terhadap potensi keberangkatan nonprosedural, terutama yang berkaitan dengan ibadah haji.

"Imigrasi Ngurah Rai senantiasa menjalankan pengawasan keimigrasian secara profesional dan humanis untuk memastikan semua warga negara mematuhi prosedur resmi," ujar Bugie dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026), mengutip Kompas.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menggunakan jalur resmi dalam pelaksanaan ibadah haji demi keamanan, kenyamanan, serta perlindungan hukum.

"Langkah ini sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, dalam semangat Imigrasi untuk Rakyat, yaitu hadir untuk melindungi dan melayani masyarakat," katanya (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.