SURABAYA (Lentera) -Persebaya Surabaya menutup kompetisi dengan gemilang setelah membantai Persik Kediri dengan skor telak 5-0 pada laga pamungkas pekan ke-34 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya pada Sabtu (23/5/2026).
Kemenangan besar skuat Bajul Ijo dalam laga bertajuk Derbi Jatim ini diwarnai oleh tumbangnya pilar kedua tim akibat cedera.
Selain itu, juga ada drama peninjauan Video Assistant Referee (VAR), serta sumbangan dua gol (brace) dari penyerang andalan Persebaya, Bruno Moreira.
Gol cepat dan badai cedera
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung tampil agresif.
Dalam 10 menit pertama, Persebaya maupun Persik saling melancarkan serangan untuk membongkar lini pertahanan lawan.
Tuan rumah akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-13.
Malik Risaldi sukses memanfaatkan umpan Bruno Moreira dan menaklukkan kiper Persik, Husna Al Malik, sehingga membawa Persebaya unggul 1-0.
Persik berusaha membalas lewat sejumlah peluang yang diciptakan sepanjang babak pertama, namun upaya tim tamu masih mampu diamankan barisan pertahanan dan penjaga gawang Persebaya.
Petaka datang bagi Persik pada menit ke-27 setelah Rodrigo Dias mengalami cedera dan harus ditarik keluar lapangan. Posisinya kemudian digantikan oleh Yandi Sofyan.
Persebaya juga kehilangan satu pemain akibat cedera pada menit ke-37.
Arief Catur Pamungkas harus ditandu keluar lapangan sebelum digantikan Koko Ari Araya.
Menjelang akhir babak pertama, Persik sempat memperoleh peluang melalui situasi sepak pojok yang dieksekusi Ernesto Gomez pada menit ke-43.
Persebaya justru mampu menggandakan keunggulan pada menit ke-45 lewat gol Bruno Moreira.
Tambahan empat menit waktu injury time tidak mengubah keadaan dan babak pertama ditutup dengan skor 2-0 untuk keunggulan Bajul Ijo.
Hujan kartu, drama VAR, pesta gol
Memasuki babak kedua, pelatih Persik melakukan perubahan dengan memasukkan Novri Setiawan menggantikan Vava Mario Yagalo.
Meski demikian, Persebaya tetap tampil dominan sejak awal paruh kedua.
Pertandingan berjalan semakin keras setelah beberapa kartu kuning dikeluarkan wasit.
Novri Setiawan menerima kartu kuning pada menit ke-51, disusul Jon Toral dua menit kemudian.
Adrian Luna dan Leonardo Navacchio juga turut mendapat kartu kuning.
Pada menit ke-56, wasit sempat melakukan pengecekan VAR terkait dugaan pelanggaran Muhamad Firly terhadap pemain Persebaya di dalam kotak penalti Persik.
Setelah pemeriksaan selesai, wasit memutuskan tidak terjadi pelanggaran sehingga Persebaya gagal memperoleh hadiah penalti.
Dominasi Persebaya, dilaporkan tribunnews kembali berbuah gol pada menit ke-65.
Gustavo Fernandes sukses mencatatkan namanya di papan skor dan membuat Persebaya menjauh dengan keunggulan 3-0 atas Persik.
Persik kemudian melakukan sejumlah pergantian pemain dengan memasukkan M Supriadi dan Chechu Meneses pada menit ke-67, serta Syahrian Abimanyu pada menit ke-79.
Namun perubahan tersebut belum mampu menghentikan tekanan tuan rumah.
Persebaya semakin berpesta gol setelah Bruno Paraiba mencetak gol keempat pada menit ke-80 sesaat setelah masuk sebagai pemain pengganti.
Bruno Moreira kemudian menutup kemenangan telak Persebaya lewat gol keduanya pada menit ke-89.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 5-0 untuk kemenangan Persebaya atas Persik tetap bertahan (*)
Editor: Arifin BH



