29 May 2026

Get In Touch

Warga Keluhkan Jalan Gelap Saat Reses saat DPRD, Dishub Surabaya Siapkan 10 Ribu PJU Baru

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati. (Amanah/Lentera)
Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera) -Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati mengatakan, minimnya penerangan jalan umum (PJU) masih mendominasi aspirasi warga dalam kegiatan reses

Aspirasi itu muncul dalam reses yang digelar Aning di tujuh titik wilayah Surabaya, meliputi empat titik di Kecamatan Bulak, dua titik di Kelurahan Siwalankerto, Kecamatan Wonocolo, serta satu titik di Kelurahan Keputih.

Aning mengatakan, hampir di seluruh lokasi reses warga mengeluhkan kondisi lingkungan yang masih gelap akibat belum adanya lampu penerangan atau jumlah PJU yang dinilai masih kurang.

“Hampir di semua titik warga mengeluhkan wilayah yang masih gelap karena belum ada PJU atau penerangannya masih kurang,” kata Aning dikutip Kamis (28/5/2026).

Ia menilai kebutuhan penerangan jalan, terutama di kawasan permukiman dan akses jalan kampung, harus menjadi perhatian serius pemerintah kota. Sebab, keberadaan PJU dinilai penting untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat saat beraktivitas pada malam hari.

Selain itu, Aning juga menyoroti besarnya pendapatan pajak penerangan jalan (PPJ) di Surabaya yang mencapai hampir Rp700 miliar. Menurutnya, tingginya pendapatan tersebut seharusnya sejalan dengan pemerataan fasilitas penerangan jalan bagi warga.

“Pendapatan dari PPJ nilainya hampir Rp700 miliar. Maka kebutuhan penerangan jalan warga juga harus dimaksimalkan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Tim Pemeliharaan PJU Dishub Surabaya Prasetyo mengatakan pihaknya telah menyiapkan program pemasangan 10 ribu titik PJU baru. PJU baru itu ditargetkan terealisasi hingga akhir 2026.

Ia menjelaskan, pemasangan akan diprioritaskan di kawasan blank spot atau wilayah yang belum memiliki penerangan memadai, termasuk area rawan kecelakaan dan kriminalitas.

“Untuk pemasangan baru, prioritasnya diarahkan ke area blank spot, kawasan rawan kecelakaan, serta titik rawan kriminalitas,” kata Prasetyo.

Menurutnya, sebagian besar jalan protokol dan jalan kolektor di Surabaya saat ini sudah terpasang PJU. Sementara kebutuhan di kawasan permukiman dan gang-gang kecil akan dipenuhi secara bertahap berdasarkan usulan masyarakat.

Usulan tersebut berasal dari berbagai jalur, mulai dari musrenbang, pokok pikiran DPRD, hotline wali kota, hingga laporan langsung dari warga. “Usulan yang masuk memang masih banyak sekali, termasuk di gang-gang kecil. Itu tetap kami bantu pasang,” ujarnya.

Prasetyo menyebut Dishub Surabaya saat ini menangani sekitar 123.366 titik PJU di seluruh wilayah kota. Untuk pemeliharaan, pihaknya menargetkan perbaikan lampu jalan yang rusak dapat diselesaikan maksimal 1 x 24 jam setelah laporan diterima.

“Kalau ada tiket keluhan masuk, langsung kami kerjakan. Karena target pemeliharaan kami 1 x 24 jam,” sebutnya.

Ia menambahkan, proses pemasangan 10 ribu titik PJU baru mulai berjalan setelah pengadaan material dilakukan. Saat ini tiang PJU telah tersedia dan tinggal menunggu kedatangan lampu sebelum pemasangan dilakukan secara bertahap. “Tiang-tiangnya sudah datang, tinggal menunggu lampunya datang, lalu nanti mulai dipasang,” tutupnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.