15 June 2026

Get In Touch

Anggota DPRD Palangka Raya Imbau Warga Tetap Kondusif di Tengah Kenaikan Pertamax

Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery

PALANGKA RAYA (Lentera) - Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, meminta masyarakat tetap menjaga kondusifitas di tengah naiknya harga BBM jenis Pertamax per 10 Juni 2026.

Meski diakuinya, kenaikan Pertamax dari Rp12.600 menjadi Rp16.650 per liter, tidak bisa dipungkiri menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat karena akan berdampak luas dan diikuti dengan naiknya berbagai harga-harga komoditas lainnya.

"Namun demikian, kami berharap masyarakat tetap tetap tenang dan bisa menahan diri serta bersama-sama menjaga agar kondisi tetap aman serta kondusif di Kota Palangka Raya," papar Khemal, Minggu (14/6/2026).

Ia berpendapat, selisih harga yang cukup jauh antara Pertamax dan Pertalite berpotensi memicu lonjakan permintaan terhadap BBM bersubsidi, yang pada akhirnya menyebabkan antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Kondisi ini juga diperkirakan akan berpengaruh terhadap distribusi kebutuhan pokok di Kota Palangka Raya, yangmana sebagian besar pasokannya berasal dari luar daerah.

Khemal melanjutkan, sekitar 90 persen kebutuhan pokok masyarakat Kota Palangka Raya masih didatangkan dari luar daerah, sehingga kenaikan biaya transportasi berpotensi mendorong naiknya harga berbagai komoditas.

"Namun di tengah kondisi ekonomi yang cukup berat ini, kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan bersama berusaha menjaga agar situasi tetap aman dan tertib," ucapnya.

Khemal juga mengatakan pihaknya masih menunggu langkah konkret dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya dalam menyikapi dampak kenaikan harga BBM terhadap masyarakat dan perekonomian daerah.

"Kebijakan yang tepat sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah biaya hidup yang semakin meningkat," ungkapnya.

Selain itu ia mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas yang tidak terlalu penting guna menekan pengeluaran, sekaligus mengajak keluarga memberikan pemahaman kepada generasi muda agar lebih bijak dalam membelanjakan uang di tengah tekanan ekonomi saat ini.

Selebihnya Khemal berharap pemerintah dapat memperbanyak program padat karya dan kegiatan swakelola yang melibatkan masyarakat, tujuannya agar bisa menyerap tenaga kerja, menekan angka kemiskinan, serta menjaga daya beli masyarakat.

"Jika pemerintah bisa merealisasikan langkah tersebut, diharapkan masyarakat bisa melalui kondisi sulit ini dan perlahan perekonomian bisa kembali membaik," pungkasnya.

Reporter: Novita/Editor: Santi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.