Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim Ajak Masyarakat Hilangkan Stigma Negatif terhadap Penderita TBC
SURABAYA (Lentera) - Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Hj. Lilik Hendarwati, mengajak masyarakat untuk menghilangkan stigma negatif terhadap penderita tuberkulosis (TBC) dan mendukung mereka menjalani pengobatan hingga tuntas. Ajakan tersebut disampaikan menyusul tingginya temuan kasus TBC di Kota Surabaya yang telah mencapai lebih dari 4 ribu kasus.
Lilik mengungkapkan, meningkatnya temuan kasus TBC harus menjadi perhatian bersama. Namun demikian, masyarakat tidak perlu panik karena kenaikan angka tersebut juga menunjukkan bahwa upaya skrining dan deteksi dini berjalan semakin aktif.
"Meningkatnya temuan kasus TBC menunjukkan skrining dan deteksi dini semakin aktif sehingga penderita dapat segera diobati dan risiko penularan dapat ditekan," ungkapnya, Minggu (14/6/2026).
Menurutnya, penanganan TBC tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau tenaga kesehatan semata. Diperlukan sinergi dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari lingkungan RT/RW, sekolah, tempat ibadah, hingga dunia usaha untuk bersama-sama mengendalikan penyebaran penyakit tersebut.
Lilik juga menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai gejala TBC, pentingnya pemeriksaan dini, serta kepatuhan menjalani pengobatan. Langkah tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting untuk menghapus stigma yang masih melekat pada penderita.
"Stigma terhadap penderita TBC masih tinggi, padahal penyakit tersebut dapat disembuhkan melalui deteksi dini dan pengobatan yang teratur," katanya.
Ia pun mengajak masyarakat agar memberikan dukungan kepada para penderita sehingga dapat menjalani proses pengobatan dengan baik hingga dinyatakan sembuh.
"Jangan mengucilkan penderita TBC, melainkan rangkul dan dukung mereka agar pulih. Gotong royong dan kesadaran bersama menjadi kunci menekan penyebaran TBC serta mewujudkan Surabaya yang lebih sehat," tambahnya.
Selain mendorong peran aktif masyarakat, Lilik juga meminta Pemerintah Kota Surabaya untuk terus memperluas skrining dan pelacakan kontak, menjamin ketersediaan obat, memberikan dukungan gizi bagi pasien kurang mampu, serta memperkuat koordinasi layanan kesehatan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Surabaya periode Januari hingga Mei 2026, sebanyak 44.088 dari 61.624 suspek TBC telah diperiksa. Sementara itu, program skrining telah menjangkau 644.201 penduduk atau sekitar 45,78 persen dari target yang ditetapkan.
Reporter: Pradhita/Editor: Santi





