
Surabaya - Meski terbilang sebagai partai baru dan belum memiliki kursi di parlemen, Partai Gelora sudah turut andil dalam Pilkada seretak di Jatim. Bahkan, partai ini sudah mengeluarkan rekomendasi kepada 14 calon kepala daerah (Cakada) di Jawa Timur.
Ketua DPW Partai Gelora Jatim, Muhamad Sirot menandaskan hingga Minggu (6/9/2020), telah menyerahkan rekomendasi kepada 14 calon kepala daerah meliputi Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Tuban, Pasuruan, Situbondo, Banyuwangi, Sumenep, Kota blitar, Ngawi, Pacitan, Trenggalek, Mojokerto, dan Jember.
Dengan demikian, masih ada 5 DPD partai Gelora yang belum menentukan pilihan karena masih proses komunikasi. Salah satunya DPD Partai Gelora yang belum menjatuhkan pilihannya adalah DPD kota Surabaya. "Kami harus mempertimbangkan secara matang dukungan terhadap calon walikota Surabaya, sebab kedua calon nyaris memiliki point dan bobot yang sama, baik dari sisi kapasitas maupun kapabilitas," tandasnya.
Dia menambahkan bahwa Surabaya adalah kota kedua setelah Jakarta dengan APBD terbesar kedua setelah DKI Jakarta. Dengan demikian, Surabaya harus di pimpin oleh walikota yang tepat dan hebat. Karena itu, lanjut Siroj, Gelora Surabaya masih terus melakukan komunikasi dan membangun kesefahaman kepada kedua calon, baik MA maupun Eri, agar pilihannya tidak salah.
"Kami membawa amanah dari kader dan relawan Gelora Surabaya yang jumlahnya cukup besar. Gelora Surabaya tidak bisa dipandang sebelah mata, karena kami punya kekuatan hingga di akar rumput," tandasnya.
Sebagai gambaran, lanjut Siroj, jumlah pengurus DPD gelora kota Surabaya ada 120 orang, belum ditambah DPC, ranting hingga TPS. "Alhamdulillah kami sudah memiliki 100% kepengurusan DPC, 60% ranting dan 3-5 relawan berbasis TPS- TPS," sambungnya.
Dalam memberikan dukungan terhadap para calon kepala daerah, Partai Gelora lebih memandang pada kapasitas kepemimpinan, Kapabilitas dan Komitmen kerakyatan dari masing-masing calon. (ufi)