04 April 2025

Get In Touch

Hadapi Covid-19, Ini Instruksi Megawati Pada Calon Kepala Daerah

KETUA Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan sambutan saat pemberian rekomendasi, pada 75 pasangan calon kepala daerah yang bersaing dalam Pilkada Serentak 2020 (Ist)
KETUA Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan sambutan saat pemberian rekomendasi, pada 75 pasangan calon kepala daerah yang bersaing dalam Pilkada Serentak 2020 (Ist)

KetuaUmum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta para calon kepala daerah yangmengikuti pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2020 untuk melaksanakansejumlah kebijakan khusus untuk menghentikan penularan pandemi Covid-19.

Hal itubahkan diinstruksikan khusus kepada para calon kepala daerah yang diusung olehPDIP. Instruksi Megawati itu disampaikan saat dirinya memberikan arahan secaravirtual kepada peserta Sekolah Partai PDIP gelombang III, Minggu (13/9/2020).

Awalnya,Megawati mengisahkan dialognya dengan Proklamator RI sekaligus ayah kandungnya,Soekarno. Suatu ketika, Soekarno bertanya kepada Megawati, apa yang sebenarnyadibutuhkan oleh rakyat. 

MenurutMegawati, selain makanan, yang dibutuhkan rakyat Indonesia adalah kesehatan,termasuk dengan vaksin. Dia pun mengingatkan agar para calon kepala daerah yangdiusung PDIP tidak menolak vaksinasi, khususnya ketika vaksin khusus untukCovid-19 nanti telah ditemukan.

"Karenavaksin itu untuk mencegah. Seperti sekarang sudah kita alami sendiri, orangkebingungan karena tidak ada obatnya, sedang mencari vaksinnya," katanya,Minggu (13/9/2020).

Programselanjutnya yang harus dilakukan oleh pada kader PDIP untuk menghadapi Covid-19adalah memastikan bayi dan anak memiliki imunitas yang kuat"

Ini adaberapa ibu calon kepala daerah. Tolong diurus bayi-bayi, anak-anak, berimakanan yang bergizi. Nanti yang paling utama, kalau ibu-ibu sudah jadi [kepaladerah], bikin program seperti bayi sehat. Bayi itu perlu susu ibu-ibu,"tegas Megawati. 

Diajuga mengusulkan program untuk menanam komoditas pendamping beras. Dia mengakusudah berkali-kali menyampaikan setidaknya ada 10 tanaman pendamping beras yangbisa ditanam oleh rakyat, baik secara individu maupun bergotong royong.Misalnya sukun, jagung, dan berbagai umbi lainnya.

"Tanah-tanahkosong itu tanamilah. Karena kalau sekiranya nanti tidak bisa impor beras,sekarang kan pandemi, orang di sana kan juga lagi mikir menahanekspor. Beras itu kan kita datangkan dari Thailand, dari Vietnam, dari Kamboja.Jadi kalau mereka butuh bagi rakyatnya, kalau kita kurang, lalu bagaimana nasibkita?" pungkas Megawati.

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.