04 April 2025

Get In Touch

Orang yang Lempar Teror "Santet" Terekam CCTV Kantor KPU Kota Blitar

Orang yang Lempar Teror

Blitar - Setelah mengadu ke Polres Blitar Kota, pihak KPU Kota Blitar memeriksa rekaman CCTV yang hasilnya terlihat seseorang berbaju putih melempar sesuatu ke dalam pagar halaman kantor KPU yang diduga teror teluh atau santet.

Disampaikan Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM, Rangga Bisma Aditya dalam potongan rekaman CCTV berdurasi 51 detik tersebut, terlihat seseorang berbaju putih melempar sesuatu dari luar pagar atau pintu gerbang ke dalam halaman kantor KPU.

"Setelah melempar sesuatu, seseorang berbaju putih itu berjalan ke utara. Kemudian terlihat ada 2 orang berboncengan ke selatan, yang dibonceng berbaju putih identik dengan yang melempar sesuatu ke halaman kantor," tutur Rangga, Jumat (11/9/2020).

Padahal dalam kronologis yang disampaikan sopir KPU menemukan bungkusan bunga setaman dan boneka kertas yang ditusuk jarum dan benang pada Selasa(8/9/2020) dini hari sekitar jam 01.0 Wib. "Setting waktu dalam CCTV kami, memang belum diatur tepat waktunya ada selisih lebih lambat 10 jam," ungkapnya.

Dalam CCTV itu menunjukkan jam 14.36.05 Wib, ketika merekam adanya orang berbaju putih mendekati gerbang kantor KPU kemudian sempat duduk sebentar sebelum melemparkan sesuatu ke halaman kantor. "Kalau di rekaman tertulis jam 14.36.05 itu berarti kejadiannya mundur selama 10 jam. Pelemparan bungkusan bunga dan boneka kertas itu berarti jam 24.36.05. WIB," tandas Rangga.

Sementara itu Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela ketika dikonfirmasi mengenai pengaduan KPU Kota Blitar, terkait teror berupa bungkusan bunga setaman dan boneka dari kertas yang ditusuk jarum serta benang mengatakan akan memerintahkan Kasat Intel, Kasat Reskrim dan Bag Ops untuk menindaklanjuti. "Karena kebetulan moment nya menjelang Pilkada, maka hal seperti ini dianggap sebuah teror. Saya tidak mau terjebak dalam kata teror, karena harus ada aksi nyata dan menebar ketakutan berlebihan," tandasnya.

Disinggung mengenai hasil rekaman CCTV di Kantor KPU menurut AKBP Leonard CCTV bagian dari petunjuk dalam pembuktian, peristiwanya apa, ada perbuatan pidananya atau tidak dan siapa yang melakukan. Serta akan dicari tahu, seperti apa, tujuannya apa dan siapa. "Intinya semua akan kita evaluasi, seperti penempatan CCTV bukan hanya didalam tapi di depan juga, untuk mengeleminir niat-niat orang yang maksudnya manakut-nakuti, tidak sengaja atau memang berniat melakukan teror," tegasnya.

Ditambahkan AKBP Leonard kejadian ini akan jadi bahan evaluasi bagi kepolisian, dalam pengamanan menjelang Pilkada 2020. Untuk dicek dan ditindaklanjuti apa maksud pembuangan bungkusan bunga dan boneka dari kertas itu. "Termasuk penempatan personel polisi untuk pengamanan di Kantor KPU, apakah di halaman atau di luar pagar," pungkasnya. (ais)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.