03 April 2025

Get In Touch

Potensi Penyebaran Virus Corona Iringi Pembukaan Wisata Karimunjawa

Ilustrasi tempat wisata Karimunjawa (Dok316traveLid)
Ilustrasi tempat wisata Karimunjawa (Dok316traveLid)

WargaKecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah berharap wisatawan yangkembali diizinkan mengunjungi Pulau Karimunjawa untuk mematuhi protokolkesehatan karena selama ini wilayah itu masih nihil temuan kasus penyakitCovid-19.

"Terusterang, kami memang mengkhawatirkan dengan adanya pembukaan kunjungan wisatawanke Karimunjawa karena potensi penyebaran virus corona jenis baru penyebabCovid-19 semakin besar," kata warga Karimunjawa Indah di Jepara, Minggu(18/10/2020).

Apalagi,kata Indah yang merupakan warga Desa Kemojan, Karimunjawa, warga yangmengunjungi Karimunjawa dari berbagai daerah di Tanah Air, termasuk ada turisasingnya pula.

Ia sendirimengakui tidak berani bepergian jauh ketika tidak ada kepentingan mendesakkarena demi menghindari kemungkinan tertular virus corona.

Akibatpenutupan objek wisata ke Karimunjawa sejak Maret 2020, kata dia, ativitasperekonomian warga memang agak menurun, namun secara umum mulai biasa dengankondisi pandemi Covid-19.

"Keluargakami memang bukan bekerja di sektor pariwisata yang sangat bergantung denganadanya kunjungan wisatawan. Akan tetapi, berharap ada pengawasan ketat terhadapkepatuhan wisatawan terhadap protokol kesehatan," ujarnya.

Jangansampai, kata dia, akibat kelengahan dalam pengawasan, nantinya timbul kasusyang dibawa oleh wisatawan di Karimunjawa sedangkan selama ini tidak ada temuankasus Covid-19.

Wiyono,warga Kecamatan Karimunjawa lainnya mengakui sempat ada kekhawatiran dengandibukanya kembali kunjungan ke Karimunjawa.

"Rasakhawatir memang ada. Pemerintah tentunya sudah mempertimbangkan banyak halterkait keputusannya membuka kembali objek wisata Karimunjawa," katanya.

Karenaada keinginan agar aktivitas perekonomian warga juga tetap jalan, dia berharappengawasan terhadap protokol kesehatannya juga diperketat, terutama terhadappara wisatawan untuk menghindari potensi penularan Covid-19.

Meskipunsemua wisatawan yang berkunjung ke Karimunjawa harus menjalani tes cepat (rapidtest), kata Wiyono, hal terpenting justru kepatuhan mereka terhadap protokolkesehatan saat di Karimunjawa karena rapid test dikabarkan tidak memberikanjaminan 100 persen dalam mendeteksi ada tidaknya virus corona dalam tubuhsetiap orang.

PemkabJepara sejak 16 Oktober 2020, membuka kembali kunjungan wisatawan ke Karimunjawadengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Setiapwisatawan yang berkunjung harus membawa surat hasil rapid test, sedangkanwisatawan yang belum memiliki surat bebas Covid-19 bisa melakukan tes cepat diPelabuhan Jepara karena tersedia layanan tersebut dengan biaya Rp150.000 perorang.

Jumlahpenumpang kapal penyeberangan yang bisa diberangkatkan juga dibatasi separuhdari kapasitas penumpang, sedangkan jadwal keberangkatannya juga dibatasi duakali dalam sepekan sebagai tahap awal pembukaan.

Jikahasil evaluasinya tidak ada temuan kasus dan penerapan protokol kesehatan jugaberlangsung dengan baik, dimungkinkan akan ada penambahan jadwal penyeberanganke Karimunjawa (Ant).

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.