04 April 2025

Get In Touch

Tawarkan Tujuh Proyek Besar, Jawa Barat Jadi Provinsi Ramah Investasi

Jawa Barat menjadi provinsi yang diminati investor karena kebijakan yang tidak merepotkan investor
Jawa Barat menjadi provinsi yang diminati investor karena kebijakan yang tidak merepotkan investor

BANDUNG (Lenteratoday) - Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi pilihan utama bagi investor untuk menanamkan modal. Hal itu dipicu dengan kebijakan-kebijakan pajak yang dikeluarkan pemerintah setempat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar, Neneng Komara Nengsih mengatakan posisi Jabar sebagai pilihan kegiatan investasi asing karena didukung beberapa faktor. Salah satu adalah kemudahan investasi dan adanya pilihan insentif pajak bagi pelaku usaha.

“BKPM sudah memberikan beberapa insentif kepada investor. Di antaranya adalah pajak, kemudahan ekspor-impor, serta program kemudahan untuk industri," katanya.

Neneng menyebutkan realisasi investasi di Jabar masih menduduki posisi pertama pilihan pelaku usaha. Sampai dengan semester I/2020 realisasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai 57,9 triliun.

Dia mengatakan pandemi Covid-19 menekan realisasi PMA sampai dengan 30%. Namun gerak PMDN justru meningkat lebih dari 20% pada periode yang sama. Sementara itu, untuk tingkat provinsi pada semester I/2020 mencapai 8.000 permohonan izin investasi.

Neneng menerangkan Jabar masih menjadi pilihan utama destinasi investasi di Indonesia karena didukung kepastian pelayanan bagi pelaku usaha. Selain itu, Jabar menawarkan tujuh proyek strategis yang bisa digarap oleh investor.

Ketujuh proyek tersebut antara lain Aerocity Kertajati, Subang Industrial Park, Pariwisata Ciater Raya, Kawasan Walini Raya. dan proyek Kertajati Industrial Estate Majalengka. Kemudian Greater Cirebon Solid Waste Treatment Plant, dan Jatigede Regional Water Supply System.(ST1)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.